Sejumlah Anak Berkebutuhan Khusus Diajari Membatik di Kudus

KUDUS — Sebanyak 10 anak berkebutuhan khusus (ABK) dari sekolah ABK Darul Fatonah Kudus, Jawa Tengah, mendapat pelatihan membatik di Galeri Muria Batik Kudus sebagai sarana melatih ABK untuk mengembangkan motorik melatih konsentrasi dalam menggali potensi mereka, Kamis.

Sepuluh siswa yang sebagian masih mengenakan seragam sekolah ABK tersebut, terlihat antusias mencoba memegang canting untuk membatik setelah dicelupkan ke dalam cairan bahan “malam” untuk membuat motif batik yang ada di dalam wajan berukuran kecil yang mendapatkan pemanasan dari kompor minyak tanah berukuran mini.

Menurut Pendamping Sekolah ABK Darul Fatonah Kudus Heni Mustikaningati di Kudus, kegiatan membatik bersama anak berkebutuhan khusus kali ini selain untuk mengenalkan kerajinan batik Kudus juga untuk menggali potensi anak berkebutuhan khusus.

“Bukan berarti anak berkebutuhan khusus tidak memiliki potensi. Kami optimistis bahwa mereka punya potensi tentunya kalau tidak kami gali tidak dikenalkan potensi tersebut tidak pernah tahu dan tidak pernah muncul,” ujarnya.

Selain menjadi kegiatan yang bersifat motorik untuk melatih konsentrasi, lanjut dia, juga untuk menggali potensi anak-anak mengenalkan batik Kudus untuk ABK.

Ternyata, lanjut dia, respons anak-anak cukup antusias, mengingat pengalaman pertama menggunakan canting untuk membatik.

Raqila Yasdan, salah satu ABK mengakui senang bisa membatik dengan motif Menara Kudus.

Sementara itu, Pengelola Galeri Muria Batik Kudus Dimas Andre Santoso mengakui sudah beberapa kali ABK belajar membatik.

Untuk mengajari mereka, diakui membutuhkan perhatian ekstra agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan hasilnya juga memuaskan.

Ia mengaku senang dengan kehadiran anak-anak berkebutuhan khusus karena bisa dikenalkan dengan berbagai motif batik khas Kudus.

Meskipun berkebutuhan khusus, kata dia, terkadang mereka memang memiliki potensi di bidang seni, mengingat salah satu pegawainya juga ada yang merupakan orang berkebutuhan khusus.

“Untuk itu, mereka perlu diberi kesempatan untuk menunjukkan bakat dan minatnya sehingga bisa berkreasi seperti layaknya orang normal,” ujarnya. [Ant]

Lihat juga...