Sejumlah Pebalab MotoGP Merasa Tertantang dengan Trek Portimao

JAKARTA — Sejumlah pebalap MotoGP dan test rider merampungkan tes ofisial di Sirkuit Algarve, Portugal, pada Rabu, dan merasa tertantang dengan karakteristik trek yang bakal menjadi tuan rumah seri penutup musim pada 22 November mendatang.

Miguel Oliveira menjadi satu-satunya pebalap asal Portugal di grid MotoGP tahun ini dan pebalap tim KTM Tech 3 itu terkesan dengan karakteristik baru sirkuit di kampung halamannya itu.

“Aku sudah mengenal trek ini sebelum datang ke sini. Mereka melakukan tugas yang sangat baik dengan aspal barunya,” kata Oliveira seperti dilansir laman resmi MotoGP.

“Bukan hanya soal bumps tapi juga grip lebih baik dari yang kami perkirakan dengan permukaan trek yang baru.

Karena alasan regulasi, para pebalap ofisial MotoGP hanya boleh menggunakan mesin Superbike untuk mengenal trek tersebut, hanya para test rider pabrikan yang diperbolehkan mengendarai mesin MotoGP untuk mengambil data sejak sirkuit yang lebih dikenal dengan nama Portimao itu terakhir kali menjadi tuan rumah Grand Prix Portugal pada 2012 lalu.

“Membalap dengan roadbike di sini bisa kalian bayangkan sangat berbeda daripada menggunakan motor GP, tak bisa dibandingkan, tapi senang bisa merasakan kurang lebih jalur referensi yang ada di trek jadi aku rasa kita akan mendapati Grand Prix yang sangat baik di sini,” kata pebalap yang meraih kemenangan MotoGP perdananya di Grand Prix Styria itu.

Portimao terdiri dari 15 tikungan, sembilan ke kanan dan enam ke kiri, dan memiliki karakteristik perbedaan ketinggian yang cukup kentara sehingga sering disebut “roller coaster kecepatan tinggi” yang sangat menantang untuk para pebalap.

Maverick Vinales menyukai karakteristik sirkuit tersebut namun bakal mengantisipasi wheelie yang sangat banyak karena perbedaan elevasi di trek.

“Kami perlu mengakali wheelie karena terdapat banyak tanjakan dan turunan di trek,” kata pebalap pabrikan Yamaha itu.

“Tikungan terakhir luar biasa, aku suka. Aku mengira trek ini lebih besar tapi ternyata cukup pendek, tapi aku suka.

Demikian pula Andrea Dovizioso yang merasa belum terbiasa dengan trek yang naik-turun di Portimao.

“Unik karena ada tanjakan dan turunan, dan ada bagian yang sangat curam. Bagi kami itu sangat aneh, tidak biasa dan itu tidak mudah. Jadi aku sangat tertarik melihat bagaimana motor MotoGP bekerja di sini,” kata pebalap Ducati itu.

Sementara itu Aleix Espargaro dari tim Aprilia mengatakan Portimao akan sangat menuntut fisik dan mental pebalap.

“Bukan trek yang mudah, salah satu trek yang sulit yang pernah aku coba di MotoGP… soal pemakaian ban ini bukan trek yang terlalu sulit, namun dalam hal fisik dan mental kalian harus sangat fokus karena kalian tidak bisa melihat ujung dari beberapa tikungan… demikian juga pengereman yang keras,” kata Espargaro.

“Trek yang sangat sulit dan ini akan membuat balapan sangat menyenangkan.”

Sedangkan sang adik, Pol, melihat banyak titik pengereman di Portimao yang bisa digunakan untuk menyerang ketika balapan.

“Kami dengan pengereman cukup baik, jadi kita lihat saja,” kata pebalap tim KTM Factory Racing itu.

Namun Pol masih penasaran bagaimana rasanya membalap dengan mesin MotoGP di Portimao terlebih dengan mesin KTM karena pabrikan Austria itu tidak memiliki jajaran motor produksi masal untuk Superbike sehingga mereka menjalani tes dengan menggunakan motor dari pabrikan lain.

“Sulit mengatakannya sebelum menjajal mesin MotoGP, namun tanjakan dan turunan yang banyak cenderung menimbulkan ketidakstabilan di motor namun kami tidak mengalami kesulitan berarti dengan hal itu.

“Tikungan terakhir sangat cepat, tikungan panjang, tipe tikungan Yamaha yang kami tidak tahu seberapa menguntungkan itu untuk mereka dan juga untuk kami,” kata Espargaro.

Setelah menyelesaikan tes di Portimao, para pebalap MotoGP harus menuju ke Le Mans mempersiapkan diri untuk Grand Prix Prancis akhir pekan ini sedangkan para test rider melanjutkan tes di Portugal pada hari kedua, Kamis. [Ant]

Lihat juga...