Sekolah Nonformal Alternatif Ajang Belajar di Masa Pandemi

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Sekolah nonformal seperti Taman kanak-kanak Al-Quran (TKQ), dan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), menjadi hiburan bagi anak di lingkungan sebagai ajang kegiatan belajar mengajar langsung  bermain dan bertemu temannya selama pandemi Covid-19.

“TPQ dan TKQ, jadi hiburan tersendiri anak-anak untuk bermain dan belajar selama pandemi karena sekolah formal masih belum berjalan atau PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh-red),” kata Dani Ramdhani, Kasi Diklat Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesian (LPPTKA BKPRMI), Kamis (22/10/2020).

Dikatakan Ustaz Dani, bahwa pendidikan nonformal  di Kota Bekasi selama pandemi Covid-19 ada sedikit kelonggaran sejak September lalu. Namun demikian Dhani, memastikan tetap mengikuti protokol kesehatan, sebagaimana anjuran pemerintah.

Dani Ramdhani, ditemui Cendana News, Kamis (22/10/2020). -Foto: M. Amin

Menurut dia, pendidikan nonformal mengikuti kebijakan Kemenag. Harusnya yang ramai itu sebenarnya PAUD atau TK formal, tapi masa pandemi pertemuan tatap muka sekolah formal semua ditiadakan. Sehingga tak heran, saat ini pendidikan nonformal jadi ajang hiburan anak di lingkungannya.

“TPQ-TKQ, dalam kegiatan belajar mengajar mengikuti kebijakan masjid ataupun musala sebenarnya, karena kebanyakan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di sana. Dan peserta didiknya juga berasal dari lingkungan sekitar, tidak jauh seperti sekolah formal,” paparnya.

Untuk itu, sejak ada kelonggaran masjid boleh berjamaah maka kegiatan KBM sekolah nonformal juga mengikuti. Dia memperkirakan mulai efektif sejak lebaran Idul Adha lalu.

Lebih lanjut disampaikan, dalam pelaksanaan KBM untuk sekolah nonformal tersebut lebih kepada mengikuti kearifan lokal. Terutama harus izin lingkungan seperti RT/RW dan persetujuan orangtua siswa setelah wilayahnya dinyatakan bebas Covid-19.

Di samping itu lanjutnya, ada kebijakan yang membatasi jumlah peserta KBM ataupun durasi waktu pertemuannya selain distance, dan tetap menggunakan masker.

Adapun jumlah sekolah nonformal TPQ-TKQ di Kota Bekasi mencapai 800-an lebih. Dan semuanya mendapat perhatian dari pmelalui dana BOP dari APBD Kota Bekasi seperti tunjangan kinerja guru istilahnya Tukin. Perhatian juga datang dari BAZNAS.

Untuk diketahui bahwa  LPPTKA BKPRMI, selama ini fokus memberikan pendidikan kepada guru TPQ TKQ meliputi pembinaan, dan penataran. Tata laksana membuka pendidikan nonformal di lingkungan dan lainnya.

Bahkan kerap melaksanakan Festival Anak Soleh Indonesia (Fasi) tingkat nasional sebagai programnya dan pesertanya dari santri TKQ TPQ dari tingkat kecamatan hingga nasional.

“Pak Tommy Soeharto dulu pernah menjadi ketua Fasi pertama. Bahkan berkat jasanya beliau dianugerahi jasa oleh LPPTKA BKPRMI, oleh alumni,” pungkas Ustaz Dani mengakui bahwa keberadaanya sejak Orde Baru.

Lihat juga...