Sembilan Kecamatan di Kebumen Dikepung Banjir

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

KEBUMEN – Hujan deras yang terjadi dalam waktu cukup lama menyebabkan sembilan kecamatan di Kabupaten Kebumen dikepung banjir dan beberapa kecamatan juga tertimpa longsor.

Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz mengatakan, ada beberapa tanggul yang jebol, sehingga limpahan air sungai meluap dan masuk ke rumah-rumah warga. Pihaknya akan segera memperbaiki tanggul-tanggul yang jebol tersebut.

Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz dijumpai di Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Selasa (27/10/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Kita akan segera memperbaiki tanggul yang jebol, karena kemungkinan intensitas hujan akan meningkat kembali, sehingga harus gerak cepat untuk memperbaiki tanggul,” katanya, Selasa (27/10/2020).

Tanggul yang jebol tersebut antara lain di Desa Madureja, Kecamatan Puring, tanggul Sungai Telomoyo jebol sepanjang 45 meter. Kemudian di Desa Kedungbulus Kecamatan Prembun, tanggul Sungai Lesung jebol sepanjang 10 meter dan di Desa Seliling Kecamatan Alian, ada tanggul sungai yang jebol sepanjang 10 meter.

Dapur umum juga mulai dibuka pada beberapa lokasi pengungsian. Bupati meminta agar warga yang mengungsi tetap memperhatikan protokol kesehatan, supaya tidak menimbulkan klaster pengungsian.

Sementara itu, dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, saat ini ada 32 desa yang terendam banjir dan ribuan warga terpaksa harus mengungsi. Ketinggian air mulai dari 30 centimeter hingga ada yang sampai 1 meter.

Plt Kepala BPBD Kebumen, Teguh Kristiyanto mengatakan, di Kecamatan Gombong banjir melanda dua kelurahan dan tiga desa, kemudian di Kecamatan Buayan banjir terjadi di Desa Sikayu dan Desa Gandasuli. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Kebumen, dimana ada 9 desa yang terendam.

“Luapan Sungai Kedungbener di Kecamatan Alian dan Kecamatan Kebumen menyebabkan 11 desa terendam banjir, antara lain Desa Krakal, ketinggian air mencapai 1,6 meter, namun sore hari tadi berangsur sudah mulai surut. Kemudian di Desa Kalirancang, luapan air sungai menyebabkan genangan setinggi 50 meter, begitu pula di Desa Sawangan, Seliling, Bojongsari dan beberapa desa lainnya,” terangnya.

Selain banjir, pada beberapa wilayah juga terjadi longsor. Seperti di Desa Kretek Kecamatan Rowokele, kemudian di Kecamatan Pejagoan ada lima desa yang terkena longsor, lalu Kecamatan Sempor dan ruas jalan Karanganyar-Karangayam juga terkena longsor.

“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa banjir dan longsor di Kebumen, hanya saja kita meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, sebab curah hujan diperkirakan masih akan terjadi lagi, sepanjang hari ini juga diliputi mendung dan gerimis,” tuturnya.

Lihat juga...