Sepanjang 2019, Taman Bunga ‘Merapi Garden’ Raup Rp335 Juta

Editor: Koko Triarko

BOYOLALI – Taman Bunga ‘Merapi Garden’ yang dikelola oleh Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Boyolali, Jawa Tengah, sepanjang 2019 menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi koperasi binaan Yayasan Damandiri, itu. 

Manajer Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana, menyebut sepanjang 2019 unit usaha Merapi Garden mampu menyerap lebih dari 70.000 wisatawan dari berbagai daerah, dengan total pemasukan mencapai Rp335 juta. Serta memberikan kontribusi pemasukan sebanyak Rp187 juta ke kas koperasi.

“Sepanjang 2019, Taman Bunga Merapi Garden masih menjadi penyumbang terbesar pemasukan kas Koperasi. Mencapai Rp187 juta, jauh lebih besar dibandingkan unit usaha homestay yang mencapai Rp19 juta maupun Warung Damandiri yang mencapai Rp33 juta,” katanya, belum lama ini.

Melihat fakta tersebut, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, mengaku akan meningkatkan jumlah pengunjung/wisatawan di 2020 ini. Yakni, dengan melakukan sejumlah rencana mulai dari penambahan wahana bermain, pembuatan bak sampah untuk meningkatkan kebersihan lokasi, penataan pedagang, perbaikan fasilitas umum seperti jalan, parkir dan toilet. Hingga melakukan perluasan area, guna meningkatkan kapasitas pengunjung.

“Sejumlah rencana telah kita siapakan untuk menarik lebih banyak pengunjung. Apalagi, melihat perkembangan beberapa minggu terakhir, tingkat kunjungan wisatawan meningkat drastis hingga 70 persen. Meskipun peningkatan kunjungan ini terjadi di tengah masa pandemi sekitar Agustus 2020 kemarin,” katanya.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran selaku pengelola, senantiasa menjalankan protokol kesehatan bagi setiap pengunjung Taman Bunga Merapi Garden, tanpa kecuali. Mulai dari mewajibkan pengunjung mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, hingga membatasi jam kunjungan bagi wisatawan untuk mencegah terjadinya kerumuman serta menjaga jarak aman.

“Jadi saat Taman Bunga sedang ramai-ramainya, misalnya saat akhir pekan Sabtu-Minggu, kita menerapkan pembatasan pengunjung. Baik itu dari sisi jumlah atau pun waktu. Misalnya, jumlah pengunjung di dalam area Taman sudah terlalu penuh, maka kita batasi hingga maksimal 1-2 jam, sehingga bisa bergantian dengan pengunjung lainnya,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Yayasan Damandiri melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari, berupaya meningkatkan perekonomian warga desa Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, dengan memaksimalkan potensi pariwisata di desa yang terletak di kawasan lereng gunung Merapi dan Merbabu tersebut. Sejak 2017, sejumlah program pengembangan pariwisata yang dimotori Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, dijalankan.

Mulai dari mengubah rumah-rumah warga menjadi homestay, memanfaatkan lahan kurang produktif menjadi Lokasi Wisata Taman Bunga serta Warung Kafe Damandiri, hingga menggelontorkan dana pinjaman lunak sebagai modal usaha bagi para pelaku UMKM.

Selama beberapa tahun berjalan, sejumlah program tersebut mampu meningkatkan perekonomian warga desa. Bahkan, menginspirasi warga untuk ikut serta memanfaatkan potensi pariwisata untuk kesejahteraan mereka.

Lihat juga...