September Puncak Tertinggi Kasus Covid-19 di Banyumas

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto di Pendopo Sipanji Purwokerto, Jumat (2/10/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Bulan September 2020 merupakan puncak kasus positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas. Pada bulan tersebut, jumlah kasus positif baru mencapai 328.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, mengatakan, pada awal pandemi Maret 2020, ditemukan 4 kasus positif Covid-19 di Banyumas, bulan berikutnya, April meningkat ada tambahan 38 kasus positif. Selanjutnya pada Juni ada 12 kasus, Juli 117 kasus dan pada Agustus 116 kasus.

“Bulan September lalu merupakan puncak tertinggi kasus Covid-19, hal ini sesuai analisa dari tim epidermiologi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Namun, puncak Covid-19 ini tidak hanya di Kabupaten Banyumas, melainkan juga di wilayah lain, bahkan dalam lingkup nasional,” jelas Sadiyanto, Jumat (2/10/2020).

Meningkatnya kasus Covid-19 ini, lanjutnya, karena adanya intruksi dari pusat untuk melakukan swab test massal. Kabupaten Banyumas sendiri sudah melakukan 12.500 lebih swab test massal.

Sebelumnya, swab test hanya dilakukan jika orang mempunyai gejala, kemudian berobat ke rumah sakit dan dilakukan swab test oleh pihak rumah sakit.

“Saat swab test hanya dilakukan terhadap orang yang mempunyai gejala dan berobat ke rumah sakit, angka positif Covid-19 kita masih rendah, hanya kisaran belasan. Namun begitu dilaksanakan swab test massal, langsung melonjak,” tuturnya.

Lebih lanjut Sadiyanto mengatakan, kunci untuk keluar dari kondisi pandemi ini adalah penerapan protokol kesehatan. Jika seluruh masyarakat Banyumas sudah melakukan protokol kesehatan dengan baik dan disiplin, maka secara perlahan angka Covid-19 akan menurun.

“Kita lihat saja kondisi di lapangan, apakah sudah sebaik dan setertib itu masyarakat menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Karena itu, edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan, sebab kunci untuk keluar dari kondisi sekarang ini adalah penerapan protokol kesehatan,” tegasnya.

Dalam hal pelayanan terhadap pasien terkonfirmasi positif Covid-19, lanjutnya, Pemkab Banyumas juga terus berupaya untuk meningkatkan dari semua sisi. Pemeriksaan swab test, sekarang sudah ada Rumah Sakit Margono Soekardjo (RSMS) Purwokerto, dan laboratoriun Unsoed yang bisa melakukan swab test. Sehingga hasil swab test bisa diketahui dengan lebih cepat, dan otomatis lebih cepat pula dilakukan penanganan dan antisipasi terhadap kontak dekat.

Para tenaga kesehatan juga terus ditingkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam menangani pasien positif Covid19. Hal ini penting untuk meminimalkan angka kematian. Meskipun kasus Covid-19 tingga, namun angka kematian di Banyumas hanya 12 orang atau 2 persen.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Asekbang) Setda Banyumas, Didi Rutwiyanto, menjelaskan, pihaknya selalu rutin melakukan evaluasi terhadap pola penanganan dan pencegahan Covid-19. Menghadapi klaster pondok pesantren, misalnya, langsung dibentuk satgas Covid-19 pesantren dan diberi pelatihan.

“Satgas Covid-19 ini dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan Covid-19, misalnya jika ditemukan ada orang dengan gelaja Covid-19, maka apa saja yang harus segara dilakukan, baik terhadap orang tersebut maupun terhadap lingkungan sekitarnya. Penanganan yang cepat dan tepat ini akan meminimalisir angka kematian,” pungkasnya.

Lihat juga...