Siswa MI di Lamsel Dapat Bantuan Kuota Internet Gratis di Hari Santri

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Anak-anak jenjang sekolah dasar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Hidayah Lampung Selatan, terlihat sumingrah saat mendapatkan kuota internet gratis. Bantuan kuota internet gratis dari pemerintah itu dibagikan bersamaan dengan peringatan Hari Santri 2020.

Siti Nurjanah, guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Hidayah, menyebut bantuan kuota internet gratis dari pemerintah disalurkan kepada 53 siswa. Pembagian dilakukan pemerintah secara bertahap bagi siswa dan guru.

Siti Nurjanah menyebut, proses mendapatkan kuota internet gratis dilakukan bertahap karena sebagian siswa tidak memiliki smartphone untuk belajar dalam jaringan (daringan). Pendataan awal dilakukan dengan pemilihan provider yang digunakan para siswa. Mempermudah siswa dan jaringan diseragamkan penggunaan provider Axis.

Muhamad Kholis, salah satu guru Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah Desa Padan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, menerangkan penggunaan kuota internet gratis bagi siswa, Kamis (22/10/2020). -Foto: Henk Widi

Kendala jaringan atau signal di wilayah kaki Gunung Rajabasa, sebutnya, menjadi penyebab lamanya pendataan. Atas kesepakatan dengan orang tua dan pertimbangan kualitas jaringan,orang tua yang smartphone-nya digunakan anak memakai provider Axis. Sebagian orang tua, bahkan secara khusus membelikan smartphone untuk aktivitas belajar daring selama pandemi Covid-19.

“Semua nomor siswa,orang tua dan guru telah dimasukkan dalam data pokok pendidikan yang kami setorkan ke Kementerian Agama yang menaungi lembaga pendidikan madrasah, setelah fixed semua siswa dan guru mendapatkan vocer Axis,” terang Siti Nurjanah, Kamis (22/10/2020).

Menurutnya, pembagian kuota internet gratis bagi siswa dilakukan saat momen Hari Santri Nasional. Sebagai lembaga pendidikan berbasis agama, MI Nurul Hidayah menjadikan momen tersebut untuk datang ke sekolah. Sebelumnya, siswa hanya datang ke sekolah untuk mengumpul tugas dari guru secara daring, lalu pulang ke rumah.

Siswa datang ke sekolah secara bertahap sesuai kelas. Langkah itu dilakukan menghindari kerumunan. Penjelasan penggunaan vocer Axis yang memiliki 16 digit angka dilakukan oleh guru kelas. Siswa akan memberikan vocer tersebut kepada orang tua untuk digosok dan akan masuk ke paket data untuk belajar.

“Sebagian siswa yang telah membawa handphone kami bantu isi kode vocer,kuota dibagi untuk kuota umum dan kuota belajar,” terang Siti Nurjanah.

Muhamad Kholis, salah satu guru kelas 6 MI Nurul Hidayah, mengaku telah menjelaskan ke siswa penggunaan kuota. Selama ini sebelum mendapat bantuan kuota internet gratis, para siswa masih memakai kuota yang dibeli orang tua. Para guru akan memberikan tugas sesuai mata pelajaran, selanjutnya tugas akan dikumpulkan ke rumah guru atau ke sekolahan.

“Setelah ada bantuan kuota internet, beban orang tua lebih ringan karena bisa lebih berhemat selama anak belajar daring,”cetusnya.

Ia menerangkan, kuota internet gratis bagi siswa hanya bisa dipakai untuk aplikasi,website dan video conference yang terdaftar di laman https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id. Semua siswa yang mendapat bantuan telah melalui verifikasi melalui pihak sekolah dan melalui operator seluler. Kuota yang diberikan akan dipergunakan selama masa belajar daring dengan total 30 GB.

Muhamad Rizki, salah satu siswa mengaku smartphone untuk belajar milik orang tuanya. Waktu belajar yang diberikan, kerap akan dikerjakan saat waktu luang. Vocer kuota internet gratis akan dipergunakan untuk mengunduh tugas dari sekolah. Ia juga menyebut, dengan adanya bantuan itu membantu orang tua yang bekerja sebagai buruh tani.

Lihat juga...