Status Darurat Ibu Kota Kyrgyztan Diperpanjang

Para pengujuk rasa yang menentang hasil pemilihan parlemen berupa memasuki kantor pemerintahan di Bishkek, Kyrgyztan, Senin (5/10/2020) – Foto Ant

BISHKEK – Presiden Kyrgyztan, Sooronbai Jeenbekov, memperpanjang status darurat di Ibu Kota Bishkek pada Senin (12/10/2020). Kebijakan tersebut diambil, setelah terjadi aksi protes massa selama sepekan terakhir, terkait hasil pemilu parlemen negara itu.

Jeenbekov, tampaknya sudah bisa mengakhiri aksi demonstrasi tersebut. Namun, Kantor Kepresidenan menyebut, Almazbek Orozaliyev, yang ditunjuk untuk mengurus keamanan Bishkek, meminta perpanjangan status darurat menjadi lebih dari 21 Oktober. Hal itu demi menjaga kestabilan kondisi untuk lebih lanjut.

Orozaliyev, mengajukan permohonan itu dalam perbincangan dengan Jeenbekov, yang juga melibatkan dua pejabat keamanan senior. Sementara itu, parlemen belum mengonfirmasi pengumuman perpanjangan status darurat tersebut. Pekan lalu, kalangan pendukung oposisi menduduki gedung kantor pemerintahan, dan mengatakan bahwa mereka telah mengendalikan pemerintahan dan pasukan keamanan, hingga kemudian terjadi bentrokan antara dua kekuatan.

Kekacauan tersebut diawali dengan aksi protes terhadap hasil pemilu parlemen 4 Oktober, yang memenangkan dua partai, satu di antaranya adalah partai yang beraliansi dekat dengan Jeenbekov. Komisi pemilu pusat Kyrgyztan, membatalkan hasil pemilihan tersebut dua hari kemudian. Dan meminta pemilihan ulang dilaksanakan, dengan batas waktu sepekan.

Terkait kericuhan massa yang terjadi, Jeenbekov memerintahkan penerjunan prajurit di Bishkek, dan berhasil menahan lawan sengitnya. Jeenbekov belum mengonfirmasi keputusan parlemen untuk menunjuk perdana menteri baru, namun mengatakan bahwa ia akan segera mengundurkan diri setelah penunjukan dilakukan. (Ant)

Lihat juga...