Stok Pupuk Subsidi di Purbalingga Bertambah 6.210 Ton

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURBALINGGA — Kabupaten Purbalingga mendapat tambahan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 6.210 ton. Penambahan sudah mulai dikirim ke beberapa kecamatan sejak seminggu lalu.

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Mukodam di kantornya, Senin (19/10/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

“Untuk tambahan alokasi pupuk subsidi sudah kita terima dari Dinas Pertanian Propinsi Jateng dan sudah kita distribusikan ke Kios Pupuk Lengkap (KPL) pada tiap-tiap kecamatan, sehingga petani sudah bisa membelinya,” kata Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Mukodam, Senin (19/10/2020).

Penambahan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 6.210 ton tersebut, terdiri dari pupuk urea sebanyak 6.000 ton, SP 36 ada 96 ton dan pupuk Za bertambah 114 ton.

Menurut Mukodam, penambahan pupuk subsidi tersebut sangat mencukupi kebutuhan petani. Sebab, dari pemetaan Dinpertan, untuk musim tanam ini kekurangan pupuk subsidi hanya pada kisaran 3.000 hingga 4.000 ton. Sehingga kuota tambahan yang diberikan untuk Kabupaten Purbalingga melebihi kebutuhan petani.

Meskipun stok melimpah, namun pembelian pupuk subsidi tetap harus menggunakan kartu tani. Hal ini untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan pupuk subsidi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, Dipertan Purbalingga juga mengawasi distribusi pupuk subsidi melalui petugas pelaksana teknis serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

“Penambahan stok pupuk bersubsidi ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan petani sampai dengan akhir tahun ini,” terang Mukodam.

Penambahan pupuk urea sebanyak 6.000 ton disitribusikan untuk seluruh kecamatan yang ada, yaitu 18 kecamatan. Sedangkan penambahan pupuk SP 36 dialokasikan untuk 9 kecamatan yang membutuhkan yaitu Kecamatan Bukateja, Kejobong, Karangreja, Karanganyar, Karangmoncol, Rembang, Pengadegan, Karangjambu dan Kertanegara. Sedangkan penambahan pupuk Za dikirim untuk 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Bukateja, Kutasari dan Karangreja.

“Alokasi pupuk kita lakukan secara proporsional, sesuai dengan kebutuhan masing-masing kecamatan, sedang untuk pupuk urea karena alokasi tambahannya cukup banyak dan semua kecamatan kekurangan, maka kita distribusikan untuk seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Purbalingga,” jelasnya.

Setelah stok pupuk subsidi terpenuhi, para petani diharapkan segera melaksanakan Gerakan Percepatan Olah Tanah dan Tanam (GPOT), setelah panen langsung olah tanah, selagi persediaan air masih mencukupi. Sehingga lahan pertanian dapat lebih produktif dan mampu memberikan pendapatan lebih kepada petani.

Salah satu petani, Samsul mengatakan, ia sudah bisa mendapatkan pupuk urea subsidi di toko pupuk langganannya. Sehingga ia tidak perlu mengeluarkan tambahan biaya untuk membeli pupuk non subsidi.

“Stok pupuk urea sudah tersedia sekarang, jadi kita para petani tidak khawatir lagi dan bisa mulai mengolah lahan dengan tenang,” ucapnya.

Lihat juga...