Stres dan Jenuh Mulai Hinggapi Siswa Saat Belajar ‘Online’

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Pandemi Covid-19 yang tak kunjung henti, membuat siswa harus menjalani pembelajaran daring dalam jangka waktu yang sangat lama. Mengingat sudah berlangsung 7 bulan, mulai timbul kebosanan dan rasa stres, baik pada anak maupun orang tua.

Salah satu orang tua siswa, Mayreni, mengakui jika anaknya, Zhafran Mukorobin, mulai bosan belajar di rumah. Kebosanan tersebut memuncak sejak dua bulan terakhir, di mana untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah sudah tidak semangat seperti dulu.

“Awal belajar daring, anak saya rajin sekali, karena ia mulai belajar mengenal laptop atau gadget. Tugas-tugas sekolah dikerjakan dengan cepat dan rajin bertanya ke saya, kalau ada yang kurang dipahami. Tetapi sejak dua bulan terakhir, kalau ditanya apakah ada tugas sekolah, jawabnya mulai ogah-ogahan,” tutur Mayreni, Kamis (15/10/2020).

Salah satu orang tua siswa di Purwokerto, Mayreni, Kamis (15/10/2020). –Foto: Hermiana E. Effendi

Untuk menghilangkan kejenuhan anaknya, Mayreni harus kreatif menciptakan kegiatan baru yang menyenangkan. Seperti mengajaknya bermain dengan permainan fisik yang mengharuskan anak bergerak aktif, atau mengajaknya berolahraga.

“Selama belajar daring, anak memang aktivitas fisiknya jauh berkurang, dan kita sebagai orang tua harus peka. Karena itu, sebaiknya diajak untuk melakukan aktivitas fisik yang membuatnya lelah, selain mengusir rasa bosan, juga supaya anak tidak stres terus memikirkan tugas-tugas sekolah,” katanya.

Kondisi anak-anak yang mulai bosan dan stres dengan aktivitas belajar daring, juga dibenarkan oleh Dosen Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Endang Triyanto. Menurutnya, berdasarkan hasil riset, pembelajaran secara daring ternyata mempengaruhi kesehatan siswa.

“Dari hasil beberapa riset, siswa yang belajar dari rumah, saat ini ada kecenderungan mulai dihinggapi rasa stres. Beban tugas-tugas, serta kurangnya aktivitas fisik, seperti olah raga, membuat siswa lebih mudah mengalami stres,” jelasnya.

Endang Triyanto menyarankan, meskipun belajar daring, orang tua tetap harus mendorong anak-anaknya untuk melakukan kegiatan fisik atau berolahraga. Bisa dengan mengajaknya senam bersama, atau main lempar-tangkap bola atau mengajarinya badminton. Aktivitas fisik ini penting dilakukan, mengingat keseharian anak yang lebih banyak di depan laptop ataupun HP untuk menyimak pelajaran.

Selain itu, lanjutnya, di sekolah juga ada materi pelajaran Pendidikan Jasmani , Olah raga dan Kesehatan (PJOK). Jika guru mengajak untuk senam atau melakukan olah raga tertentu, orang tua sebaiknya memastikan anak untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Jadi meskipun pembelajaran daring, kedisiplinan harus tetap dilakukan, terutama dalam melakukan kegiatan fisil yang berfungsi untuk menjaga kesehatan, mengurangi kebosanan anak serta mengurangi risiko stress,” pungkasnya.

Lihat juga...