Sudah 2.467 Warga Palangka Raya Terjaring Operasi Yustisi Prokes

Satgas Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya melakukan operasi yustisi di Palangka Raya – Foto Ant

PALANGKA RAYA – Sebanyak 2.467 warga di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, telah terjaring operasi yustisi oleh Satgas Penanganan COVID-19. Mereka melanggar ketentuan tentang penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan penularan COVID-19.

“Dari 14 September hingga sekarang, sudah ada 2.467 warga yang terjaring operasi yustisi penerapan protokol kesehatan COVID-19,” kata Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, Kamis (29/10/2020).

Dari 2.467 kasus pelanggaran tersebut, 1.586 warga atau 64,29 persen memilih sanksi kerja sosial. Kemudian 714 warga lainnya atau 28,94 persen memilih sanksi denda administratif dengan membayar Rp100.000. Seluruh denda disetor ke kas daerah.

Total uang yang telah masuk kas daerah mencapai Rp74.100.000. Untuk sanksi lain, seperti pencabutan izin atau rekomendasi pencabutan izin usaha belum ada kejadian. Sedangkan untuk sanksi penutupan atau pembubaran kegiatan, karena pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 tercatat satu kejadian. Sanksi lain yang diberikan Satgas Penanganan COVID-19 di Kota Palangka Raya yakni, teguran lisan tidak menggunakan masker 57 kejadian atau 2,31 persen, teguran tertulis tempat usaha 24 kejadian atau 0,97 persen, teguran tertulis tidak menggunakan masker 85 kejadian atau 3,45 persen.

Pelanggaran yang dilakukan warga di wilayah ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah ini dilakukan oleh perseorangan dan kelompok. Para pelanggar tidak menggunakan masker dan berkerumun, serta tidak menjaga jarak fisik. Operasi yustisi dilakukan satgas secara acak, di sejumlah wilayah di kota setempat.

Ketentuan kewajiban menerapkan protokol kesehatan COVID-19 ini juga telah diatur dalam Peraturan Wali Kota Palangka Raya Nomor 26/2020, tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi.

Berbagai bentuk sanksi yang diberikan tersebut sebagai bentuk ketegasan pemerintah, serta upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang saat ini belum berakhir. Masyarakat di Kota Cantik diajak selalu menerapkan prokes, seperti menggunakan masker saat di luar rumah, menghindari kerumunan, menjaga jarak fisik dan selalu rajin mencuci tangan dengan sabun. (Ant)

Lihat juga...