Tak Patuhi Prokes, 500 Warga Padang Dapat Sanksi Sosial

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Kepatuhan masyarakat Kota Padang, Sumatera Barat, terhadap protokol kesehatan (prokes) dinilai masih rendah. Sejak dilakukan razia yustisi pada 21 September 2020 lalu telah tercatat 500 lebih warga Padang yang telah diberi sanksi sosial.

Kasat Pol PP Padang, Afriadi, mengatakan, banyak persoalan yang ditemukan di lapangan dari masyarakat yang tidak menggunakan masker tersebut. Seperti tidak memakai masker padahal masker tersimpan di dalam kantong dan bahkan hanya dipakai pas di dagu saja.

Kasat Pol PP Padang Afriadi  ditemui di lapangan saat penegakan Perda Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru di Pasar Raya Padang, Sabtu (10/10/2020)/Foto: M Noli Hendra

“Sanksi itu diberikan kepada mereka yang tak patuh dengan protokol kesehatan terutama yang tidak pakai masker dan tidak menggunakan masker secara benar,” katanya, Sabtu (10/10/2020).

Afriadi menyebutkan, sanksi sosial yang diberikan bentuk upaya memberikan kesadaran kepada masyarakat agar peduli dalam penggunaan masker, baik itu dalam berkendara maupun saat berada di situasi keramaian.

Ke depan dengan telah ditetapkannya Perda Adaptasi Kebiasaan Baru per 10 Oktober 2020 ini, maka sanksi yang diberikan tidak lagi sanksi sosial tapi sanksi penjara dan denda.

“Jadi sesuai Perda Nomor 6 Tahun 2020 itu bagi yang melanggar protokol kesehatan akan didenda Rp250.000 dan bila tidak bisa membayar denda akan dikurung selama tiga hari,” ujarnya.

Sanksi itu tidak hanya diberlakukan untuk masyarakat yang berada di pasar atau pengendara saja, tapi turut diberlakukan kepada tempat usaha rumah makan atau UMKM dan di tempat hiburan malam, serta titik kawasan lainnya.

Mengingat hari ini telah dinyatakan Perda itu resmi diterapkan maka Satpol PP Padang khususnya langsung bergerak dan membagi tim untuk melakukan penegakan Perda Nomor 6 Tahun 2020.

Apalagi Padang kini masih berada di zona merah, sehingga sangat penting agar Perda Nomor 6 Tahun 2020 diterapkan dan berharap dapat menekan angka penularan Covid-19 di Padang.

“Saya berharap dengan nantinya masyarakat mulai jera tidak mematuhi protokol kesehatan, tidak ada lagi penambahan kasus Covid-19 dan Padang pun bisa turun ke zona orange, kuning, hingga ke zona hijau,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Raya Padang, Rani mengatakan, menggunakan masker saat berada di kawasan pasar terbilang sebuah hal yang mengganggu kenyamanan pernafasan juga.

Karena bila masker harus dipakai sejak dari pagi hingga sore atau di waktu lapak tutup, agak susah bernafas. Sebab memang dari pagi hingga sore  pedagang melakukan interaksi dengan banyak orang.

“Kita kan banyak bertemu orang, namanya di pasar. Jadi jika pakai masker tanpa dilepas atau diturunkan, bisa sesak nafas saya ini. Makanya kadang-kadang dipakai dan kadang-kadang ditarik ke dagu,” ungkapnya.

Ia menyadari dalam situasi Covid-19 saat ini sangat penting menjaga kesehatan agar terhindar dari paparan Covid-19. Namun dalam situasi berada di lapangan kadang menyulitkan jika harus memakai masker.

“Saya kadang-kadang kalau lagi duduk sendiri dan ketika tidak ada pembeli, masker saya lepas dulu. Nanti kalau sudah ada pembeli baru pakai masker,” jelasnya.

Lihat juga...