Tanaman Banyak Diburu untuk Hijaukan Rumah

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Akhir-akhir ini memelihara tanaman menjadi kegemaran baru masyarakat untuk mengisi waktu luang di tengah pandemi Covid-19. Mulai dari tanaman produktif seperti sayuran hingga tanaman hias banyak menghiasi rumah-rumah warga, menciptakan suasana sejuk dan hijau.

Hobi memelihara tanaman ini juga menjangkiti Anjar Asmara, ibu rumah tangga di Perum Puri Hijau, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas. Berbagai jenis tanaman tampak menghiasi rumahnya, mulai dari tanaman hias seperti anggrek, kaktus, lavender, suplir hingga tanaman sayuran seperti cabai dan kangkung.

“Tanaman itu membuat susasana rumah menjadi sejuk dan dimata juga serba hijau, menyegarkan. Sebenarnya sudah lama saya menyukai tanaman, hanya saja di tengah pandemi ini jadi lebih suka lagi menambah koleksi tanaman, seolah tidak ingin ada sejengkal lahan kosongpun di halaman rumah,” kata Anjar kepada Cendana News sambil tersenyum, Rabu (14/10/2020).

Penggemar tanaman, Anjar Asmara di Purwokerto, Rabu (14/10/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Anjar mengaku sempat tergoda untuk menambah koleksi tanamannya dengan yang mahal-mahal, sepetrti tanaman janda bolong yang sedang hits dan banyak diburu. Namun, ternyata di tempat penjual bunga, tanaman tersebut sudah jarang ditemui. Kalau toh ada, tanamannya masih sangat kecil dan ia tidak mau mengambil risiko.

“Kalau tanaman masih terlalu kecil, kemungkinan untuk mati itu besar, jika kita lalai dalam memeliharanya, jadi saya tidak mau ambil resiko membeli tanaman mahal yang ukurannya masih 5-10 centimeter,” tuturnya.

Ibu dua anak ini lebih memilih untuk menambah koleksi tanamannya dengan aneka jenis sayuran. Tanaman produktif menurutnya lebih bermanfaat, bisa dipetik untuk keperluan memasak.

“Saya punya tanaman kangkung, cabai dan sawi, lumayan bisa menghemat belanja keperluan dapur,” katanya.

Lebih lanjut Anjar menjelaskan, tanaman banyak sekali manfaatnya untuk lingkungan rumahnya. Selain memberikan suasana sejuk, juga membantu mengurangi pemanasan global. Dan untuk tanaman yang di kebun, bisa mengurangi genangan air saat turun hujan.

“Tanaman juga bisa menjadi media belajar dan berkegiatan untuk anak-anak saya di tengah pandemi Covid-19,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu penjual bunga di kawasan Baturaden, Rani menuturkan, penjualan tanaman hias memang meningkat dalam dua bulan terakhir. Terlebih saat akhir pekan, banyak sekali pengunjung dan datang untuk membeli tanaman hias.

Terkait tanaman janda bolong yang sedang nge-hits, Rani mengaku, ia sedang tidak memiliki stok. Terakhir dua tanaman janda bolong yang masih ukuran kecil dibeli dengan harga Rp 100.000 per pot.

“Janda bolong sedang kosong, kemarin yang maish kecil baru memiliki dua daun kecil-kecil sudah dibeli orang.Tanaman tersebut juga rawan dicuri, jadi saya memang belum mencari lagi,” pungkasnya.

Lihat juga...