Tangisan Pelajar Pecah di Aula Polrestro Bekasi

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Tangis puluhan pelajar pecah di Aula Polres Metro Bekasi Kota. Mereka menangis tersimpuh di pangkuan orangtuanya setelah diminta untuk meminta maaf dalam prosesi penjemputan, Rabu (14/10/2020).

Polrestro Metro Bekasi Kota, sebelumnya telah mengamankan 50 pelajar yang akan berangkat ke Jakarta mengikuti aksi demo menolak UU Cipta Kerja. Mereka terjaring dalam operasi penyekatan seperti di wilayah perbatasan dan stasiun pada Selasa (13/10/2020).

Pelajar yang berhasil diamankan tersebut kemudian diberi pembinaan di Polrestro Metro Bekasi Kota selama satu malam. Mereka juga diberi perlengkapan alat salat, diajak salat berjamaah dan diberi tausiyah agar bisa berbakti kepada orangtuanya.

Hari ini, semua orangtua dipanggil untuk menjemput anaknya. Sebelumnya orangtua siswa tersebut diberi pengarahan oleh kapolres dan waka polres agar bisa lebih peduli dan memperhatikan anaknya agar tidak ikut aksi demo yang mereka sendiri tidak memahami maksud dan tujuannya.

“Semua pelajar yang diamankan diberi pembinaan. Mereka ditangkap di dua tempat stasiun Bekasi dan wilayah perbatasan Jalan Sultan Agung Medansatria,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Wijonarko, Rabu (14/10/2020).

Dikatakan sengaja menghadirkan orangtua untuk menjemput langsung anaknya, sebagai bahan evaluasi dan introspeksi dalam mendidik anak. Disamping itu untuk menghadirkan suasana humanis, bagaimana pelajar tersebut bisa meminta maaf langsung secara terbuka kepada orang tua atas kesalahan yang telah dilakukan.

Menurutnya banyaknya pelajar yang terjerumus dalam aksi demonstrasi, yang mereka sendiri belum mengetahui duduk perkaranya bisa menjadi evaluasi bagi semua orang tua dalam mendidik anak agar tidak mudah terprovokasi.

“Kami akan mencoba koordinasi dengan dinas Pendidikan terkait maraknya pelajar yang baru lulus SMP, terprovokasi dan ikut aksi demo UU Ciptakerja,” tegas Wijonarko.

Lebih lanjut dikatakan bahwa tahap awal pengamanan para pelajar belum tahap pidana hanya diberi pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya. Jika ke depan kembali terjadi perilaku kriminal lainnya, nama mereka sudah terdata dan akan lebih memudahkan dalam melakukan pengamanan.

Terpantau di Aula Polrestro Metro Bekasi, ada seorang ibu tak kuasa membendung tangis ketika mengetahui anaknya terjaring razia polisi untuk ikut aksi demo ke Jakarta.

Adalah ibu dari pelajar bernama Rendy, yang diketahui masih duduk di bangku kelas IX atau baru lulus SMP. Ibu dan anak itu merupakan warga Jalan Perwira Bekasi Utara. Sang ibu sampai pingsan dan harus mendapat pertolongan medis hingga dibawa keluar menggunakan kursi roda karena terharu terbawa suasana di aula tersebut.

Ibu lainnya, mengaku sejak malam tidak bisa tidur kepikiran anaknya yang terjaring razia polisi. Dia bahkan ingin menyiram air anaknya karena telah membuat kesal orangtua. Tapi saat bertemu anaknya, hal tersebut tidak terjadi, dirinya dan anaknya hanya menangis sesenggukan.

Sebelum para pelajar disuruh meminta maaf, mereka diberi tausiyah oleh Polisi Ustad. Sehingga suasana mencengang. Kemudian selesai diberi motivasi Waka Polres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal, memberi motivasi bagaimana peran orang tuanya mendidikan hingga dirinya bisa mengabdi untuk negara.

Lihat juga...