Tantangan Menjadikan Danau Toba Nyaman bagi Wisatawan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Persiapan Danau Toba sebagai destinasi wisata prioritas juga membenahi kesiapan pelaku wisata untuk menyambut para wisatawan muslim. Berbagai langkah dilakukan untuk memastikan setiap lokasi wisata menjadi lokasi ramah muslim.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo, menyatakan, tercatat ada 260 ribu wisatawan berkunjung ke Danau Toba di tahun 2019 dan 50 persennya berasal dari Malaysia.

“Memang belum bisa dipastikan apakah wisatawan tersebut muslim atau tidak, tapi kita tahu bahwa mayoritas penduduk Malaysia adalah muslim. Sehingga, tidak salah jika Danau Toba juga mempersiapkan wisata ramah muslim agar wisatawan merasa nyaman untuk berkunjung ke Danau Toba, secara khusus atau Sumatera Utara secara umum,” kata Arie dalam FGD Akademi Pariwisata ULCLA, Minggu (11/10/2020).

Ia menyatakan, bahwa BPODT menargetkan 300 ribu kunjungan wisatawan di tahun 2020 dan untuk menuju ke target tersebut, BPODT  berusaha semaksimal mungkin untuk menyediakan fasilitas yang membuat wisatawan confident untuk datang, menginap dan makan.

“Destinasi wisata super prioritas Danau Toba dipersiapkan untuk menerima semua wisatawan dari berbagai kalangan, tak terkecuali wisatawan muslim,” ujarnya.

Arie menyebutkan bahwa BPODT mengimbau kepada para pelaku usaha untuk memberikan fasilitas kepada para wisatawan muslim.

“Salah satunya, kami mengimbau kepada pemilik hotel untuk mempersiapkan tanda kiblat dan sajadah dalam tiap kamar hotel. Sehingga wisatawan muslim merasa nyaman untuk beribadah dan menginap di hotel mereka,” ujarnya lagi.

Ia juga meminta kepada para pelaku kuliner dan restoran untuk menyediakan musala dan makanan halal, sehingga wisatawan muslim bisa beribadah selama kunjungannya di daerah Danau Toba serta merasa aman untuk makan.

Lihat juga...