Ternak Kambing Saanen Bawa Banyak Manfaat bagi Warga Cilongok

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — Keberadaan ternak kambing saanen yang dikelola Koperasi Utama Sejahtera Mandiri, yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri, membawa banyak manfaat bagi warga Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Pengurus Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Tri Riyanto di kantornya, Jumat (02/10/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Selain anak-anak muda yang diberdayakan untuk budidaya kambing saanen, juga ada beberapa warga dengan rutin memasok suplai rerumputan untuk pakan kambing. Ada juga yang bagian membuat fermentasi pakan kambing serta mengolah limbah kotoran kambing menjadi biogas.

Pengurus Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Tri Riyanto mengatakan, untuk makanan kambing sangat diperhatikan supaya sehat dan ada beberapa kambing yang memang digemukan. Ada juga yang makanannya lebih difokuskan untuk memperbanyak produksi susu kambing.

“Kambing ini tidak sembarangan dalam memberikan makanan, tetapi terjadwal jenis makanannya dan juga ada pemberian vitamin. Semua proses pemeliharaan ini dilakukan oleh para pemuda Cilongok yang bekerja di dapur komunal,” terangnya, Jumat (2/10/2020).

Lebih lanjut Tri Riyanto menjelaskan, pada pagi hari kambing diberikan makanan dari jagung yang dicacah kemudian difermentasi selama dua minggu. Makanan tersebut sebagai asupan vitamin dan bagus untuk memperkuat daya tahan kambing. Sedangkan untuk sore hari, kambing diberikan makanan dari daun-daun hijau.

“Setiap hari ada yang menyuplai daun-daun hijau ke sini untuk stok makanan kambing saat sore hari, kita sudah berlangganan dengan salah satu pencari rumput di daerah sini,” jelasnya.

Ada 37 ekor Kambing Saanen di lokasi Dapur Komunal Cilongok. Terdiri dari dua ekor kambing jantan dan 35 kambing betina. Ternak Kambing Saanen ini dibagi dalam tiga kategori, yaitu kambing yang untuk pembesaran, kambing perah yang diambil susunya dan kambing untuk pembibitan.

Salah satu pekerja di kandang kambing, Arif mengatakan, saat ini usai kambing saanen sudah masih 2-3 tahun dan merupakan usia produktif. Sehingga untuk asupan makanan dan minuman harus lebih diperhatikan.

“Sudah ada yang beranak sebanyak tiga ekor, sekarang usia anak kambing sudah masuk dua bulan lebih. Untuk makanan anak kambing juga dibedakan dengan induknya, Misalnya untuk jenis dedaunan harus dicacah terlebih dahulu dan untuk makanan yang difermentasi lebih diperbanyak,” katanya.

Sejauh ini kambing-kambing tersebut terlihat sehat, bahkan salah satu kambing jantan berukuran cukup besar dan sangat aktif bergerak. Untuk menjaga stamina kambing-kambing ini, Arif memasang tabung kecil dari bambu yang didalamnya diberi larutan garam di pojok setiap kandang. Kambing akan rutin menjilat tabung bambu tersebut. Menurut Arif, larutan garam juga bagus untuk daya tahan kambing, dimana larutan garam menjadi sumber natrium untuk kambing.

Lihat juga...