Tiga Hari Kedepan Pamekasan Rawan Cuaca Buruk

Petugas gabungan dari BPBD, Polres dan TNI dari Kodim 0826 Pamekasan memotong pohon yang roboh akibat angin kencang – Foto Ant

PAMEKASAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menyampaikan peringatan dini prakiraan cuaca buruk di wilayah Pamekasan dan sekitarnya. Potensinya terjadi dalam tiga hari ke depan.

Koordinator Penanggulangan Bencana BPBD Pemkab Pamekasan, Budi Cahyono, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca buruk yang berpotensi terjadi berupa hujan deras, disertai angin kencang.  “Selain hujan deras disertai angin kencang, juga akan disertai petir. Oleh karena itu, kami perlu menyampaikan hasil prakiraan BMKG ini kepada masyarakat agar lebih waspada,” kata Budi, Sabtu (31/10/2020) malam.

Budi menjelaskan, sesuai rilis yang diterima BPBD Pemkab Pamekasan, cuaca buruk berupa hujan deras disertai petir dan angin kencang sebagai dampak La Nina ini, berpotensi terjadi pada pagi, siang dan dini hari. Selain Pamekasan, tiga kabupaten lain di Pulau Madura, juga berpotensi mengalaminya.

Sementara itu di Pamekasan, Sabtu (31/10/2020) hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut. Hal itu menyebabkan banyak pepohonan tumbang. Aliran listrik padam, karena gangguan kabel tertimpa pohon.

Aliran listrik padam, antara lain terjadi di Kecamatan Proppo, Pakong, Kadur. Dan hingga Sabtu (31/10/2020) malam pukul 19.30 WIB belum teratasi. Cuaca buruk sejak musim hujan melanda wilayah tersebut, juga telah menyebabkan rumah warga di Desa Sokalelah rusak. Pepohonan tumbang di sepanjang ruas jalan protokol di dalam kota Pamekasan.

BPBD Pemkab Pamekasan mencatat, ada sembilan dari 13 kecamatan di daerah tersebut masuk kawasan rawan terjadi bencana. Terutama, saat memasuki pergantian musim, termasuk saat musim hujan seperti sekarang ini. Kesembilan kecamatan tersebut masing-masing Kecamatan Kota Pamekasan, Tlanakan, Pademawu, Pasean, Pakong, Waru, Batumarmar, Palengaan dan Kecamatan Pegantenan. Dengan jenis bencana yang terjadi bervariatif, seperti angin kencang, angin puting beliung, banjir dan tanah longsor.

Tiga kecamatan, dari sembilan yang rawan bencana tersebut, yakni kecamatan Tlanakan, Pamekasan dan Pademawu rawan terjadi bencana banjir atau genangan air ketika musim penghujan. Sementara untuk kecamatan di wilayah utara rawan terjadi bencana angin kencang.

Khusus kecamatan yang masuk dalam kategori rawan bencana ini, Pemkab Pamekasan telah membentuk tim khusus dan melakukan pemantauan khusus. Sehingga jika terjadi bencana, BPBD Pemkab Pamekasan bisa bergerak cepat untuk memberikan pertolongan. (Ant)

Lihat juga...