Tiga Pelaku ‘Trafficking’ Anak Diringkus Polresta Banyumas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Tiga pelaku trafficking berhasil ditangkap jajaran Sat Reskrim Polresta Banyumas. Penangkapan tersebut juga melibatkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mengingat dua korban masih di bawah umur.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka, mengatakan, kasus perdagangan anak di bawah umur tersebut terjadi pada bulan Agustus 2020 dan baru terungkap saat korban mengeluh sakit dan menjalani pengobatan di rumah sakit. Salah satu korban masih duduk di kelas 7, usia 13 tahun.

“Korban mengeluh sakit pada alat vitalnya, kemudian orang tuanya bertanya penyebab sakitnya, akhirnya si anak tersebut yang berinisial L usia 14 tahun mengaku telah dipaksa untuk melayani laki-laki di sebuah hotel. Orang tua anak ini langsung melapor ke Polresta Banyumas,” terangnya.

Setelah dilakukan penyidikan, ternyata korban trafficking ini tidak hanya satu anak, tetapi ada lagi korban lainnya yaitu MS (13). Keduanya L dan MS merupakan warga Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Berry ST, SIK, menjelaskan, pelaku trafficking sama, dengan dua korban yang berbeda. Untuk kasus L, berawal dari ia memiliki hutang kepada pelaku IDR (19), warga Kecamatan Baturaden sebesar Rp 600.000.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Berry ST, SIK, dijumpai di Mapolresta Banyumas, Sabtu (3/10/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

Saat diminta membayar hutangnya, L mengaku tidak memiliki uang dan meminta kepada IDR untuk mencarikan pekerjaan supaya bisa membayar hutangnya.

IDR kemudian mengajak L bertemu dengan MY (21), warga Baturaden. Kedua pelaku, IDR dan MY kemudian mengajak korban ke salah satu hotel di yang berlokasi di Kecamatan Purwokerto Selatan. Di lokasi tersebut L diminta untuk melayani RSJ (70).

“Untuk korban kedua yang masih pelajar, ia datang sendiri kepada pelaku meminta dicarikan pekerjaan. Oleh pelaku korban dipesan diminta pergi ke salah satu hotel dimana di hotel tersebut juga sudah ada pelaku RSJ dan selanjutnya korban mendapat bayaran Rp 1.000.000,” jelas Kasat Reskrim kepada wartawan, Sabtu (3/10/2020).

Lebih lanjut AKP Berry mengatakan, jadi modusnya adalah korban yang masih di bawah umur diperdagangkan oleh pelaku 1 dan 2, yaitu IDR dan MY, warga Baturaden kepada pelaku 3, yaitu RSJ yang merupakan warga Bandung, Jawa Barat.

Ketiga pelaku sudah diamankan dan dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa dua unit sepeda motor, buku tamu hotel, serta beberapa baju yang digunakan oleh pelaku dan korban.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 2 ayat (1) UU No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo pasal 56 KUHP dan pasal 81 atau 82 UU No. 35 tahun 2014 Jo UU No. 17 tahun 2016 Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara maksimal lima belas tahun.

Lihat juga...