Tingkatkan Aktivitas Wakaf dengan Layanan Digital

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Pemimpin Divisi Kartu Pembiayaan BNI Syariah, Rima Dwi Permatasari, meyakini kemajuan Indonesia dapat lahir dari masyarakat yang gemar bersedekah.

Karena menurutnya, dana-dana dermawan tersebut akan tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga mereka bisa melakukan aktivitas yang produktif.

Untuk memudahkan para dermawan berdonasi secara digital, kini menurutnya, juga disediakan berbagai platform mulai dari perbankan syariah hingga marketplace.

Apalagi di tengah pandemi Covid-19, menurutnya, platform digital menjadi tumpuan bagi aktivitas donasi, juga dalam menunaikan zakat, infak, sedekah dan wakaf (ziswaf).

“Perbankan syariah juga punya core competence untuk memaksimalkan ziswaf,” ujar Rima pada talk show ‘Yang Muda Yang Peduli’ digelar BNI Syariah secara webinar di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Lebih lanjut dia menyampaikan, pihaknya memiliki fitur Smart Shadaqah untuk memudahkan akses masyarakat dalam menunaikan ibadah ziswaf. Pada pertengahan tahun 2020 hingga saat ini sudah terkumpul sekitar Rp 100 juta melalui fitur ini.

Dia menyebut, bahwa generasi milenial sangat bergairah dalam berdonasi lewat sistem digitalisasi. Tahun 2020 saja tercatat 60 persen generasi milenial yang giat berdonasi dengan digital lewat BNI Syariah. Ini potensinya sangat besar sekali untuk dimanfaatkan bagi kemaslahatan umat.

“Dengan Rp 50 ribu setiap bulan saja sedekah, telah memberikan banyak kebaikan untuk umat dan bangsa ini,” ujarnya.

Sementara itu, Head of Tokopedia Salam, Garri Juanda menambahkan, pihaknya telah membuka keran donasi dan ziswaf sejak 2015 dengan bekerja sama Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Menurutnya, wakaf uang menjadi salah satu yang menjadi perhatian karena saat ini belum dimiliki, padahal potensinya sangat besar.

Sehingga meski aktivitas terbatas di tengah pandemi Covid-19, tapi kebutuhan masyarakat untuk berdonasi masih sangat besar.

Dalam membangun ekosistem, pihaknya juga melengkapi aktivitas donasi tersebut. Apalagi kemitraan dengan 7 juta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan berbagai produk unggulan telah terjalin.

“Total donasi di tengah pandemi Covid-19 ini sebesar Rp 33 miliar,” ujarnya.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, menurutnya, mayoritas donasi tersebut disalurkan untuk bantuan masker, Alat Pelindung Diri (APD) dan bantuan sosial bagi yang terdampak.

Semua distribusi bantuan tersebut berjalan dengan cepat hingga ke berbagai pelosok Indonesia.

Dalam pelayanan, pihaknya berupaya  untuk terus berinovasi dengan kemajuan teknologi agar berbagai aktivitas dan kebutuhan masyarakat Indonesia dapat terpenuhi.

Garri berharap generasi milenial bisa berkolaborasi untuk bisa lebih membangkitkan perekonomian Indonesia dengan berbagai kreasi produk yang dihasilkan dalam peningkatan industri syariah berbasis layanan digitalisasi.

Lihat juga...