Tingkatkan Kepercayaan, Warung Bu Fat Pastikan Penerapan Prokes

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Sempat terpuruk karena menjadi klaster penyebaran covid-19, warung makan Kepala Manyung Bu Fat Semarang kini kembali bangkit. Warung yang terletak di Jalan Ariloka, Krobokan, Semarang Barat tersebut sudah ramai dikunjungi pembeli.

Disatu sisi, tak ingin kejadian pahit terulang kembali, pengelola warung makan kepala manyung legendaris di Kota Semarang tersebut, memastikan penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan benar dan disiplin.

“Alhamdulillah, sudah mulai ramai kembali meski belum seperti awal. Kita terus berupaya mengembalikan kepercayaan masyarakat, khususnya para pelanggan, bahwa warung ini aman dan sudah bebas covid-19,” papar pengelola Warung Makan Kepala Manyung Bu Fat, Teguh Sutrisno saat ditemui Sabtu (31/10/2020).

Pihaknya menerapkan protokol kesehatan ketat mulai cek suhu tubuh, cuci tangan dan pakai masker. Selain itu, kapasitas tempat duduk di dalam warung juga dikurangi untuk penerapan aturan jaga jarak.

Dijelaskan, dalam penerapan penerapan protokol kesehatan tersebut, pihaknya juga mendapat pendampingan dari Puskesmas Krobokan, serta masukan dari Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Semarang Barat.

“Kita terus bangun kepercayaan, agar rumah makan dengan menu khas Kota Semarang ini bisa bangkit lagi. Kita juga sampaikan kepada para pelanggan, agar tidak usah takut untuk datang ke tempat makan kami, disini sudah aman,” paparnya.

Ditambahkan, untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan, pihaknya juga kerap mengunggah suasana warung atau pembeli yang datang ke media sosial, khususnya jika ada tokoh masyarakat atau pejabat yang membeli kepala manyung di warung tersebut.

Di satu sisi, pihaknya mengakui selama pandemi covid-19, terlebih ketika ada klaster baru dari warung tersebut, penjualan menurun drastis, yang berimbas pada jumlah olahan kepala manyung. Jika sebelumnya, misalnya bisa mengolah 100, kini hanya separuhnya. Pihaknya memprediksi penjualan bisa kembali pulih, meskipun tidak sebagus sebelum pandemi covid-19.

“Kita berharap dengan beragam upaya ini, kuliner khas Kota Semarang ini bisa bangkit, kepercayaan masyarakat meningkat, pembeli pun semakin banyak,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Lurah Krobokan Semarang, Sarno. Pihaknya juga memastikan melakukan pengawasan, dalam penerapan protokol kesehatan di Warung Makan Kepala Manyung Bu Fat, agar dapat berjalan dengan baik.

“Saya cek langsung, bagaimana penerapan protokol kesehatannya. Di dalam warung seperti apa, penerapan jaga jarak berjalan baik atau tidak. Pengunjung atau pembeli yang datang juga harus cuci tangan, cek suhu tubuh dan memakai masker,” paparnya.

Diterangkan, dalam pengawasan tersebut pihaknya juga bekerjasama dengan Puskesmas Krobokan, serta masukan dari Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Semarang Barat.

“Penerapan protokol kesehatan ini, tidak hanya diterapkan di Warung Makan Kepala Manyung Bu Fat saja, namun juga di berbagai warung atau rumah makan lain, yang ada di Kota Semarang, khususnya di wilayah Kelurahan Krobokan,” terangnya.

Pihaknya memastikan jika ada pengelola yang tidak menerapkan protokol kesehatan, bisa mendapat sanksi, mulai dari teguran lisan, tertulis, hingga penutupan operasional.

“Kita berharap dengan semuanya saling berdisiplin, baik pembeli maupun pengelola warung, penyebaran covid-19 bisa kita cegah,” pungkasnya.

Lihat juga...