TNI Bantu Petani Gorontalo Optimalkan Pengembangan Jagung

GORONTALO  – Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen Nurcahyanto, mengapresiasi peran Korem 133/Nani Wartabone Gorontalo dan jajaran Kodim setempat dalam membantu mengembangkan tanaman jagung bersama petani setempat.

“Peran jajaran TNI-AD di Gorontalo sangat bagus, karena turut mengembangkan sektor riil, yakni pengembangan komoditas tanaman jagung bersama jajaran petani,” kata Nurcahyanto saat mengunjungi Gorontalo, Ahad.

Selain tanaman jagung, ikut dikembangkan juga tanaman kedelai serta ikut memanen sayur pak coy (Selada).

Aster Kasad bersama Danrem 133/NW, Brigjen TNI Bagus Antonov Hardito dan Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin, melakukan penanaman bibit jagung dan penyerahan  bibit benih jagung secara simbolis kepada perwakilan Kelompok Tani Buladu Jaya dan Kelompok Tani Tabongo Jaya.

Sementara itu, Pasiter Dim 1314/Gorut, Lettu Inf Edy Sriyanto, menjelaskan bahwa luas lahan ketahanan pangan yang saat ini diolah Kodim untuk penanaman jagung dan kedelai sekitar 20 hektar, kemudian sayur yang dipanen adalah selada dengan sistem pemanfaatan lahan sempit, dengan cara tanam hidroponik.

“Sayur selada usia tanam hingga panen adalah 45 hari,” kata Edy.

Sebelumnya, Aster Kasad Mayjen TNI Nurcahyanto, melakukan kunjungan kerjanya untuk melihat langsung lokasi TMMD ke-109 di Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut).

Aster Kasad yang didampingi Danrem 133/NW, Brigjen TNI Bagus Antonov Hardito, mengatakan, kegiatan TMMD merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai bentuk sinergi dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa pada masa sekarang.

Sementara Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin, mengatakan, di tengah pandemi COVID-19, program TMMD ke-109 tahun anggaran 2020 sangat membahagiakan masyarakat.

“Selaku pemerintah daerah, saya sama bahagianya dengan masyarakat, sebab TMMD di daerah ini dapat dilaksanakan meski di tengah wabah COVID-19,” ujarnya.

TNI mampu menunjukkan bakti untuk daerah dan masyarakat dengan membuka akses jalan antara Desa Imana dan Ilomata sepanjang 1,6 kilo meter.

“Ini wujud kebersamaan kita semua dalam membangun daerah. Saya pun sangat mengapresiasi kerja keras Dandim 1314 dan jajarannya yang mampu memperjuangkan diwujudkannya TMMD di tengah pandemi COVID-19 di daerah ini,” ucapnya. (Ant)

Lihat juga...