Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Diberlakukan di Banyumas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Mulai besok Senin (19/10/2020) tiga sekolah di Kabupaten Banyumas melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Selanjutnya  dilakukan evaluasi selama dua minggu, jika perkembangannya bagus, maka sekolah lainnya  diperbolehkan pembelajaran tatap muka secara bertahap.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan, tiga sekolah yang dipilih untuk uji coba pembelajaran tatap muka pertama, yaitu SMA Negeri 3 Purwokerto, SMP Negeri 6 Purwokerto dan SD Negeri Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, dijumpai di Pendopo Sipanji Purwokerto, Minggu (18/10/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Tiga sekolah tersebut, kita anggap yang paling siap untuk melakukan uji coba, kesiapan tersebut mulai dari penyiapan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, pengaturan ruang kelas dan lainnya,” kata Bupati, Minggu (18/10/2020).

Terkait dimulainya uji coba pembelajaran tatap muka ini, Husein menjelaskan, saat ini angka reproduksi efektif Covid-19 di Kabupaten Banyumas sudah di bawah 1 persen, begitu pula dengan angka positivity rate yang sudah turun di bawah 5 persen.

Sesuai dengan ketentuan, baik nasional maupun internasional, Kabupaten Banyumas sudah bisa melakukan pembelajaran tatap muka.

Lebih lanjut Husein mengatakan, pembelajaran tatap muka tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Dimana seluruh siswa dan guru wajib menggunakan masker. Kemudian selama di kelas juga harus menjaga jarak dan sebelum masuk kelas siswa harus mencuci tangan menggunakan sabun serta air yang mengalir.

Sementara itu, menjelang pembelajaran tatap muka, SD Negeri Panembangan melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Persiapan sarana cuci tangan dan sabun juga dicek dan bangku-bangku di dalam kelas diatur sesuai dengan aturan jaga jarak.

Kepala Sekolah SD Negeri Panambangan, Poppy Andhi Utami mengatakan, pihaknya sudah mengajukan izin Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan izin sudah turun hari Sabtu (17/10/2020) kemarin, sehingga hari ini dilakukan kerja bakti untuk membersihkan seluruh lingkungan sekolah.

“Selama ini, meskipun pembelajaran melalui daring, kita selalu berkoordinasi dengan pihak wali murid dan sebagian besar aspirasi wali murid menginginkan dilakukan pembelajaran tatap muka, sehingga kita mengajukan izin PTM,” jelasnya.

Salah satu pertimbangan, SD Negeri Panembangan mendapatkan izin pertama untuk uji coba pembelajaran tatap muka yaitu karena sekolah ini pernah menjadi juara pertama lomba sekolah sehat tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2018, sehingga penerapan pola hidup bersih dan sehat sudah dilakukan sejak lama.

“Meskipun sekolah kita terletak di desa, namun kita selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Dan dalam pengajuan PTM kemarin, kita juga menyertakan simulasi melalui video tentang kondisi sekolah,” pungkasnya.

Lihat juga...