Warga Desa Sungai Tohor dan Sungai Barat Nikmati Jembatan Baru

KEPULAUAN MERANTI  – Bupati Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Selasa, meresmikan Jembatan Usman Samad sepanjang 270 meter yang menghubungkan Desa Sungai Tohor dan Sungai Barat di Kecamatan Tebingtinggi Timur.

Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, mengatakan jembatan Usman Samad ini bisa membantu meningkatkan perekonomian, berkembangnya usaha di pertanian, dan mensejahterakan masyarakat.

“Tak hanya itu, masyarakat desa juga akan lebih leluasa bepergian dari satu desa ke desa lainnya,” ujar Irwan usai peresmian.

Jembatan itu merupaka proyek kedua Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kepulauan Meranti dan bisa menjadi ikon di Kecamatan Tebingtinggi Timur. Sebelumnya jembatan yang dibangun adalah Jembatan Sungai Kengkam di Desa Mekar Sari.

Pembangunan Jembatan Sungai Tohor dibangun menggunakan APBD Kepulauan Meranti dengan dana sebesar Rp27,67 miiar yang pengerjaannya dimulai sejak 2016.

Irwan Nasir mengatakan sebelum jembatan ini dibangun, masyarakat setempat sangat kesusahan untuk menuju daerah seberang dan harus memutar arah perjalanan. Namun saat ini masyarakat seolah sudah merdeka dari keterisolasian.

“Kalau dulu seakan ada kesan anak tiri, sekarang sudah tidak ada jarak dan pemisah dan dengan adanya fasilitas ini masyarakat jadi kompak,” katanya.

Disamping itu, ia mengajak masyarakat setempat untuk bersama-sama merawat jembatan, sehingga bisa digunakan dalam kurun waktu yang lama. Jika semua pembangunan infrastruktur di Kecamatan Tebingtinggi Timur telah merata akan menjadi kenangannya di akhir masa jabatannya.

Sementara Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Tebingtinggi Timur, Basrah mengungkapkan Usman Samad yang disematkan nama untuk jembatan tersebut merupakan kesepakatan dari masyarakat dua desa. Nama itu juga sudah dibicarakan terlebih dahulu dengan LAMR kecamatan dan tokoh masyarakat lainnya.

Nama tersebut adalah gabungan dua nama tokoh yang telah berjasa terhadap daerah tersebut. Usman diambil dari nama kepala desa pertama di Desa Sungai Tohor, sementara Samad diketahui adalah ada orang pertama yang membuka dan merintis wilayah tersebut.

“Kita mengambil kesempatan untuk mengagungkan siapa tokoh kita, maka diputuskan Usman bin Tawar dia adalah seorang Datuk penghulu yang berwibawa waktu itu dan Samad bin Hatta adalah tokoh masyarakat yang membuka hutan Sungai Tohor sejak tahun 1905 silam,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...