Warga Diminta Segera Kosongkan Lokasi Waduk Napun Gete

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) meminta pemilik lahan di sekitar Waduk Napun Gete di Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), agar segera mengosongkan lokasi sehingga proses penggenangan bisa segera dilakukan.

Sebelumnya  BWS NT II telah melakukan proses ganti rugi lahan tahap kelima bagi warga yang menetap di Kampung Enakter dan pemilik lahan sekitarnya.

“Secara teknis kami paling lama bulan Desember 2020 melakukan penutupan waduk termasuk di areal genangan untuk proses penampungan air,” sebut Kepala Seksi Perencanaan BWS NT II, Constandji Nait saat pembayaran ganti rugi lahan di Kantor BPN Sikka, Kamis (15/10/2020).

Constandji mengatakan, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sikka agar bisa membantu sehingga area genangan yang telah dibayarkan ganti rugi bisa segera dikosongkan oleh pemiliknya.

Ia menyebutkan, BWS NT II juga telah menyiapkan lokasi baru pengganti fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah (kapela) dan Posyandu yang saat ini berada di wilayah yang masuk area genangan.

“Kami akan melakukan pembersihan lokasi genangan sehingga kami meminta agar wilayah genangan dikosongkan terlebih dahulu. Bulan Desember sudah dilakukan proses penggenangan,” ungkapnya.

Constandji menambahkan, pemanfaatan air Waduk Napun Gete untuk irigasi akan dipersiapkan tahun 2021 termasuk proses Amdal terkait pemasangan jaringan pipa air baku hingga ke Kota Maumere.

Tahun pertama jelasnya, akan dilakukan pembangunan transmisi dan proses pembangunan selanjutnya akan dilakukan oleh PT, Cipta Karya sehingga diharapkan keseluruhan proses bisa selesai sesuai target.

“Tahun depan akan disiapkan lahan irigasi untuk pemanfaatan air dari waduk ini termasuk menyiapkan transmisi untuk air baku hingga ke Kota Maumere,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Sikka, Wilhelmus Sirilus mengatakan sesuai jadwal maka bulan Desember sudah dilakukan proses penggenangan sehingga warga diminta jangan menghambat proses pembangunan.

Sirilus menegaskan, 2 warga yang apabila tidak mengambil ganti rugi maka uangnya akan dititipkan di Pengadilan Negeri Maumere dan proses pembangunan tetap akan dilakukan agar bisa selesai tepat waktu.

“Pembayaran ganti rugi tahap kelima sudah selesai dilakukan sehingga tidak boleh lagi berbelit-belit karena hak warga telah diselesaikan. Warga jangan melakukan hambatan dalam pembangunan ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat melakukan kunjungan kerja ke Waduk Napun Gete, Rabu (5/8/2020) meminta agar pembangunan waduk ini selesai Desember 2020.

Lihat juga...