Warga Malang Swadaya Hadirkan Wisata Kali Cemplong

Editor: Makmun Hidayat

MALANG — Kesadaran terhadap pentingnya kebersihan lingkungan dan keinginan untuk memperbaiki perekonomian, menjadi penggerak utama warga Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dalam merintis destinasi wisata baru ‘Kali Cemplong’.

Dimotori salah satu warganya, Sudiro Husodo, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Unit Kali Talang bersama masyarakat setempat secara swadaya berhasil menyulap Kali Cemplong yang dulunya kotor dan tidak terawat, menjadi sebuah objek wisata baru yang menarik untuk dikunjungi.

Ketua Pokdarwis Unit Kali Talang, Sudiro Husodo, saat ditemui Cendana News di lokasi wisata Kali Cemplong, Minggu (4/10/2020). -Foto: Agus Nurchaliq

“Awal pengembangannya sendiri sebenarnya sudah dimulai tahun lalu, tapi mulai ramai didatangi pengunjung sekitar tiga bulan yang lalu,” jelas Ketua Pokdarwis Unit Kali Talang, Sudiro Husodo, saat ditemui Cendana News di lokasi wisata Kali Cemplong, Minggu (4/10/2020).

Menurutnya, tak hanya menyuguhkan suasana teduh dan keindahan alam bantaran aliran Sungai Kalisari yang dilengkapi dengan pemandangan hutan bambu, pengunjung juga bisa bersantai sambil menikmati aneka kuliner yang dijual warga setempat dengan harga terjangkau.

“Setiap warung juga di wajibkan untuk menampilkan daftar harga menunya, agar pengunjung bisa langsung tahu harga menu yang akan mereka beli,” ucapnya.

Harganya standar, dengan uang Rp.10.000 saja sudah bisa makan pangsit dan minum kopi, sebutnya.

Disampaikan Diro, tidak semua warga bisa membuka warung dan berjualan di area wisata Kali Cemplong. Mereka yang diperbolehkan untuk berjualan adalah warga setempat yang peduli mau ikut membantu membersihkan sungai dan ikut kerja bakti. Karena tidak semua orang yang mau berjualan di situ mau ikut kerja bakti.

“Jadi kita utamakan warga yang mau ikut bantu-bantu kerja bakti dulu, baru setelah itu sisanya untuk warga yang lainnya,” ungkapnya.

Pengunjung bersantai di pinggiran Kali Cemplong sambil menikmati kuliner Minggu (4/10/2020). -Foto: Agus Nurchaliq

Total sekarang kurang lebih sudah ada 30 warung yang berdiri, imbuhnya. Lebih lanjut disebutkan, objek wisata yang berdiri di lahan milik Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur ini juga telah dilengkapi dengan toilet, mushola, spot foto dan permainan air berupa perahu.

Selain itu Kali Cemplong yang buka setiap hari mulai pukul 07.00-22.00 WIB tersebut, sangat cocok digunakan untuk lokasi gowes.

Lokasi wisata Kali Cemplong masuk dalam dua wilayah dusun yakni Dusun Jabon dan Keduyo, sehingga bagi pengunjung ada beberapa pintu masuk yang bisa diakses yaitu melalui Kapiworo Gang 1 dan Gang 2, serta Jabon Gang 3 dan Kedoya Gang 3.

Dikatakan Diro, tidak ada tiket masuk yang diberlakukan untuk bisa berwisata di Kali Cemplong. Pengunjung cukup membayar uang parkir sebesar Rp 5.000 dan akan mendapatkan masker.

“Karena pembangunan wisata ini murni dari hasil swadaya masyarakat, sehingga uang hasil parkir kita gunakan untuk pengembangan wisata,” terangnya.

Suasana wisata baru Kali Cemplong, saat dikunjungi Cendana News di lokasi wisata Kali Cemplong, Minggu (4/10/2020). -Foto: Agus Nurchaliq

Sementara itu diakui Diro, hingga saat ini sama sekali belum ada dana bantuan dari pemerintah. Semua pembiayaan pengembangan wisata Kali Cemplong dilakukan secara swadaya masyarakat dari kesadaran warga.

“Belum ada bantuan dari pemerintah desa dan di lingkungan ini juga tidak ada yang namanya tarikan iuran kepada warga. Mereka yang mau membantu silakan membantu, baik dari segi biaya maupun tenaga,” akunya.

“Akan terus kita kelola bagaimana pun caranya, kalau pemerintah tidak mau memperhatikan ya silakan, yang penting masyarakat tetap semangat untuk mengembangkan Kali Cemplon,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu pengunjung Arifin, mengaku mengetahui lokasi Kali Cemplong dari kawan-kawannya yang suka bersepeda atau gowes.

“Jalan setapak di sini memang cocok untuk lokasi gowes. Setelah capek bersepeda bisa langsung menyantap kuliner yang ada di Kali Cemplong,” ujaranya.

Lihat juga...