Warga OKU Diimbau Mewaspadai Potensi Tanah Longsor

Arsip Foto. Personel BPBD Kabupaten OKU menyingkirkan longsoran tanah di Kecamatan Ulu Ogan, Sumatera Selatan, Sabtu (2/4/2020). (ANTARA)

BATURAJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan mengimbau, masyarakat tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana tanah longsor. Hal itu mempertimbangkan saat ini sudah memasuki musim penghujan.

“Khususnya masyarakat yang bermukim di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Ogan harus waspada pada kemungkinan tanah longsor,” kata Kepala BPBD OKU, Amzar Kristofa di Baturaja, Minggu (11/10/2020).

Menurutnya, intensitas curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir, berpotensi menimbulkan tanah longsor. Sehingga masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, agar tidak ada korban jiwa jika hal tersebut terjadi.

Kepala BPBD OKU, Amzar Kristofa – foto Ant

“Seperti tanah longsor yang terjadi di Desa Pusar beberapa waktu lalu harus dijadikan pelajaran, agar masyarakat selalu waspada,” katanya.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun bencana alam itu menyebabkan banyaknya hewan ternak milik masyarakat hanyut terbawa arus longsor. Dan saa ini berdasarkan informasi BMKG SMB2 Palembang, kawasan OKU sedang memasuki peralihan musim, dari kemarau ke penghujan.

Untuk meminimalisir potensi risiko dari bencana longsor susulan, saat ini BPBD OKU mendirikan posko, dan menyiagakan petugas di sejumlah titik daerah rawan longsor. “Posko dan petugas yang disiagakan ini guna mengantisipasi sedini mungkin bencana tanah longsor agar tidak menimbulkan korban jiwa,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...