Warga Pertanyakan Pengganti Gedung SDI Lelabuara yang Digusur

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Forum Petani Napunggete, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mempertanyakan pembangunan gedung sekolah SDI Lelabuara di Kampung Enakter, Dusun Lelabura, Desa Ilimedo, yang dalam beberapa hari ke depan akan digusur.

Gedung sekolah tersebut merupakan salah satu dari 3 fasilitas umum yang akan digusur, termasuk Kapela St. Mikael dan Posyandu di Dusun Lelabura, terkait pembangunan Waduk Napungete.

“Besok sekolah mulai dibersihkan karena direncanakan akan mulai pembelajaran tatap muka, ” kata Ketua Forum Petani Napungete, Kecamatan Waiblama, Paulus Yan Sani, saat ditemui Cendana News usai pembayaran ganti rugi lahan waduk di Kantor BPN Sikka, Kamis (15/10/2020).

Yan mempersoalkan, bahwa dulu pemerintah mengatakan warga di Kampung Enakter yang rumahnya juga termasuk lahan waduk Napungete akan disiapkan tempat untuk pemukiman, termasuk membangun fasilitas umum.

Ketua Forum Petani Napun Gete, Paulus Yan Sani, saat ditemui usai pembayaran ganti rugi lahan waduk Napun Gete di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis (15/10/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Ia mengatakan, berdasarkan janji tersebut warga pun bersedia melepaskan tanahnya untuk pembangunan waduk. Namun saat ditanyakan kepada Menteri Pekerjaan Umum saat berkunjung ke Waduk Napungete, menteri ,mengatakan tidak ada dana untuk pembangunan rumah untuk warga.

“Yang jadi pertanyaan, anak-anak kami mau sekolah di mana kalau sekolah tersebut digusur? Tolong pemerintah perhatikan ini, sebab pemerintah selalu mengatakan mencerdaskan anak bangsa,” ungkapnya.

Yan berharap, pemerintah memikirkan pembangunan gedung sekolah dasar pengganti, agar anak-anak bisa segera bersekolah, mengingat saat ini proses belajar mengajar di kelas sudah berlangsung setelah Sikka kembali ke zona hijau.

Dirinya mengaku, warga bersedia merelakan tanahnya dipergunakan untuk pembangunan dan setelah ada ganti rugi, maka warga harus mengosongkan Kampung Enakter. Tetapi, pihaknya mempertanyakan kenapa dahulu dikatakan akan ada relokasi.

“Kami sebagai masyarakat kecil merasa ditipu, karena dulu dikatakan akan ada relokasi bagi warga Kampung Enakter. Kasihan anak-anak karena tidak bisa bersekolah. Padahal, seharusnya gedung sekolah dibangun dahulu baru pemukiman digusur,” ungkapnya.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sikka, Wilhelmus Sirilus mengatakan, pemerintah telah bersepakat dengan Balai Wilayah Sungai soal pembangunan 3 fasilitas umum, termasuk SD Inpres Lelabura tersebut.

Sirilus menegaskan, pemerintah akan membangun gedung sekolah pengganti. Tetapi, masyarakat Kampung Enakter harus memastikan terlebih dahulu di tempat mana mereka akan menetap, sehingga bisa segera dibangun.

“Memang rencananya bulan Desember pembangunan gedung sekolah pengganti harus sudah selesai, tetapi warga harus pastikan dahulu mau pindah ke mana. Jangan sampai setelah gedung sekolah dibangun, tidak dipergunakan,” ungkapnya.

Lihat juga...