Wisuda Tatap Muka Semua Jenjang Pendidikan Diperbolehkan di Banyumas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Kelonggaran-kelonggaran mulai diberikan untuk dunia pendidikan di Kabupaten Banyumas. Setelah tiga sekolah diizinkan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka, baru-baru ini di Banyumas juga diperbolehkan pelaksanaan wisuda tatap muka.

Melalui Surat Edaran (SE) Bupati nomor 360/4848/2020 tentang perpanjangan ketiga seruan dan peringatan bagi masyarakat Banyumas dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, bupati memperbolehkan pelaksanaan wisuda dengan berbagai macam syarat yang harus dipenuhi.

“Wisuda tatap muka untuk jenjang pendidikan formal maupun non-formal diperbolehkan, namun harus tetap dibatasi jumlah yang hadir dan tetap mengedepankan jaga jarak serta menggunakan masker,” kata Bupati Banyumas, Achmad Husein, Kamis (22/10/2020).

Bupati Banyumas, Achmad Husein, dijumpai di area pendopo, di Purwokerto, Kamis (22/10/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Husein menjelaskan, untuk jumlah peserta wisudawan dibatasi maksimal 30 persen dari kapasitas ruangan, jika wisuda dilaksanakan di dalam ruangan. Dan untuk wisuda yang digelar out door, harus menggunakan tarub tanpa dinding dan penataan kursi harus tetap menjaga jarak minimal 1 meter.

Selain itu, pihak penyelenggara pendidikan juga diwajibkan mencatat riwayat perjalanan semua wisudawan. Jika dijumpai ada wisudawan yang hasil self assessment memiliki risiko besar Covid-19, segera diminta untuk memeriksakan kesehatan dan baru diperbolehkan mengikuti wisuda jika sudah mendapat surat keterangan sehat dari dokter.

“Jaga jarak ini diterapkan pada seluruh lokasi, mulai dari pintu masuk, saat mengisi daftar hadir hingga di dalam ruangan dan acara selesai. Tempat cuci tangan yang dilengkapi sabun juga harus disediakan, lengkap dengan hand sanitizer,” kata Husein.

Untuk susunan acara, bupati meminta agar lebih dipersingkat, sehingga lebih efisien waktu. Dan selama acara berlangsung, semua yang hadir tidak diperbolehkan berjabat tangan.

Sementara itu, hari ini memasuki hari ketiga dilaksanakannnya pembelajaran tatap muka di Banyumas. Salah satu sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka adalah SD Negeri Panembangan Kecamatan Cilongok. Selama tiga hari berjalan, menurut Kepala SDN Panembangan, Poppy Andy Utami, pelaksanakan pembelajaran berlangsung lancar dan semua siswa mematuhi aturan protokol kesehatan.

“Sejauh ini tidak ada kendala, semua berjalan lancar dan proses belajar mengajar tetap mengedepankan protokol kesehatan. Siswa juga bisa menerima pelajaran dengan baik, meskipun mereka belajar tanpa meja,” tuturnya.

Terkait kelonggaran yang mulai diberikan kepada dunia pendidikan ini, Bupati mengatakan, saat ini angka reproduksi efektif Covid-19 di Kabupaten Banyumas sudah di bawah 1 persen dan angka positivity rate sudah turun di bawah 5 persen. Sehingga sesuai dengan ketentuan, Kabupaten Banyumas sudah bisa melakukan pembelajaran tatap muka.

Lihat juga...