13 Advokat di Sikka Spontan Kumpul Uang Buat Biaya Sekolah Klien

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Sebanyak 13 advokat anggota Tim Advokasi Hukum dan Kemanusiaan (TAHK) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) secara spontan mengumpukan dana untuk membayar biaya pendidikan bagi EDJ yang menjadi klien mereka yang saat ini duduk di kelas XI salah satu SMA.

Aksi spontanitas ini dilakukan mengingat EDJ, anak di bawah umur yang menjadi korban perkosaan 4,5 tahun lalu oleh pihak sekolahnya diminta membayar biaya sekolahnya.

“Ini uang kami kumpulkan secara spontan untuk membiayai uang sekolah EDJ,” sebut Alfons Ase, SH anggota Tim Adovaksi Hukum dan Kemanusiaan (TAHK) Kabupaten Sikka, NTT dalam rilis yang diterima Cendana News di Maumere, Kamis (12/11/2020).

Alfons menyebutkan, aksi spontan 13 advokat, tersebut dilakukan usai mendampingi LL dan AS, orang tua kandung EDJ selaku penggugat dalam sidang mediasi perkara Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap Kapolres Sikka dan Kapolri selaku tergugat di Pengadilan Negeri (PN) Maumere.

Dia menyebutkan, uang tersebut dikumpulkan untuk membantu biaya sekolah EDJ dan apabila ada kelebihan maka sisanya bisa dipergunakan untuk membiayai kebutuhan rumah tangga keluarga tersebut.

Ketua TAHK Dominikus Tukan, SH mengatakan, aksi spontan yang dilakukan tim advokat ini dilakukan setelah mereka mengetahui informasi dari orang tua EDJ, bahwa anaknya belum membayar biaya sekolah.

“Ibu guru menelpon orang tua EDJ dan mengatakan EDJ belum membayar uang sekolah dan segera membayarnya. Orang tua EDJ pun menceritakan kepada kami,” ungkapnya.

Domi sapaannya menyebutkan, setelah mengetahui hal ini tim advokat pun segera secara sukarela mengumpulkan dana pribadi agar EDJ bisa melanjutkan pendidikan yang menjadi hak dasar warga negara.

Sementara itu, Ketua DPC Peradi Sikka, Marianus Laka, SH MH kepada orang tua EDJ berpesan agar apabila mengalami kendala terkait biaya pendidikan EDJ agar jangan malu-malu dibicarakan kepada TAHK.

“Kami tidak ingin karena biaya sekolah pendidikan EDJ terlantar. Intinya kami berjuang agar EDJ bisa menyelesaikan sekolahnya,” ungkapnya.

Orang tua EDJ, AS dan LL merasa kaget sekaligus terharu sebab tidak menyangka apa yang mereka keluhkan langsung mendapat respon dari tim kuasa hukum.

“Kami tidak menyangka akan dibantu dana untuk biaya pendidikan anak kami. Kami orang susah, kami berterima kasih karena bapak mereka sudah membantu kami,” sebut AS.

Untuk diketahui, akibat kasus pemerkosaan yang dialaminya saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar, EDJ dan keluarganya harus meninggalkan rumah mereka di Dusun Welakiro, Desa Wolorega, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka.

Keluarga ini pun kehilangan mata pencaharian sebab orang tua mereka selama ini bertani dan kini keluarga ini menetap di rumah keluarga mereka di Kecamatan Magepanda yang kebetulan rumah tersebut belum ditempati.

Lihat juga...