29 Rumah Moderasi Beragama Berdiri di PTKI

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) memberi tugas khusus kepada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk menjadi pelopor dan penggerak moderasi beragama.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani menyebut, saat ini telah berdiri 29 Rumah Moderasi Beragama di PTKI yang bertujuan untuk mendesimansikan gagasan dan paham keagamaan yang moderat di kalangan civitas akademika.

“Pemikiran dan gerakan extrim harus ditarik ke tengah, dan itu tugas civitas akademika PTKI. Kita harus mempunyai tanggungjawab untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat agar nilai-nilai tasamuh, tawazun, i’tidal dan amar ma’rif nahi munkar bisa terwujud,” kata Dhani pada acara Penyusunan Petunjuk Teknis Rumah Moderasi Beragama pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, di Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Lebih lanjut, Dhani mengatakan, apabila RMB dikaitkan dengan Tri Darma Perguruan Tinggi, maka gagasan moderasi beragama adalah bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

“Nilai-nilai moderasi beragama harus diinsersi ke dalam, salah satunya melalui kegiatan KKN untuk meneguhkan kembali ruang-ruang kesepakatan bersama,” terang Dhani.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Suyitno menambahkan, RMB akan menjadi pusat kajian moderasi beragama, melalui riset, seminar, dan workshop.

“RMB adalah bank data dari kajian-kajian moderasi beragama yang akan dijadikan landasan kebijakan,” terangnya.

Selain itu, menurut Suyitno, RMB akan menjadi pusat pendidikan dan pelatihan isu-isu keberagamaan dan kebangsaan. Lebih penting lagi, kata Suyitno, para ASN di lingkungan PTKI harus clear dan clean beragama dan berbangsanya. Jangan justru terpapar intoleransi.

“RMB nantinya bisa memberikan pendampingan dan advokasi terhadap problem-problem intoleransi di Indonesia. Hal itu dibutuhkan sekaligus untuk menajamkan peran pengabdian masyarakat kalangan kampus,” papar Suyitno.

Lihat juga...