750 Hektare Bakau di Gusong Bugis Dikembangkan untuk Wisata

Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan melakukan penanaman jambu mete di kawasan hutan bakau Gusong Bugis, di Bangka Belitung (5/11/2020) – Foto Ant

BELITUNG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengembangkan 750 hektare hutan bakau di Desa Gusong Bugis Kabupaten Belitung. Kawasan tersebut disulap sebagai kawasan wisata, guna memulihkan perekonomian masyarakat di tengah pendemi COVID-19.

“Saya sangat mendukung pengembangan Gusong Bugis sebagai kawasan wisata, karena dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke negeri laskar pelangi ini,” kata Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan, saat penanaman jambu mete di kawasan hutan bakau Gusong Bugis, Kamis (5/11/2020).

Penanaman jambu mete dan rehabilitasi hutan bakau di Gusong Bugis Kabupaten Belitung, merupakan bagian dari program padat karya dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, dan menggerakkan ekonomi masyarakat Belitung di era pendemi COVID-19. “Gusong Bugis sangat bagus dari pada kawasan yang pernah saya lihat. Jadi, pengembangan kawasan ini saya dukung, provinsi akan bantu. Oleh sebab itu, kawasan ini harus dijaga,” ujarnya.

Kawasan Gusong Bugis disebutnya, sebagai salah satu kawasan wisata yang cukup indah untuk dikembangkan ke depan. Oleh karenanya, program padat karya menanam jambu mete digelar, untuk menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan nasional dan internasional. “Tahun ini, kita merehabilitasi 30 hektare hutan bakau Gusong Bugis ini dan diharapkan kelompok HKM yang sudah melakukan pengolahan hutan ini akan lebih baik lagi, dengan harapan jumlah kunjungan ke tempat wisata Gusong Bugis meningkat,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi kerja kelompok HKM, atas usahanya menjaga hutan, serta menyambut baik keinginan warga untuk melakukan budi daya kepiting bakau atau ketam, karena tempat tersebut sangat cocok. “Kita siap membantu HKM untuk menggembangkan kepiting bakau, karena memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah ini,” tambahnya.

Kepala HKM Gusong Bugis, Mawardi mengatakan, izin pengolahan hutan ini sudah berlangsung lima tahun. Lahan tersebut merupakan lahan bekas tambang bijih timah. “Kami bersyukur dengan adanya bantuan dan dorongan pemerintah, tentunya pengembangan hutan bakau ini akan menjadi lebih baik lagi untuk meningkatkan pendapatan keluarga anggota kelompok ini,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...