Abon Ikan Tuna, Nikmat Disantap dengan Nasi Hangat

Editor: Koko Triarko

MALANG – Abon ikan tuna menjadi salah satu olahan ikan tuna yang saat ini mulai digemari masyarakat. Terbuat dari serat daging ikan tuna, dengan bumbu yang kaya rempah, menjadikan rasa gurih dari abon ikan tuna ini sangat cocok disantap sebagai pendamping nasi hangat. 

Pembuat abon ikan tuna, Slamet, mengatakan, dibandingkan abon sapi dan abon ayam, abon ikan tuna di pasaran saat ini bisa dikatakan belum terlalu banyak. Karenanya ia bersama istri memberanikan diri untuk memulai usaha abon ikan tuna sejak dua bulan lalu. Terlebih, anak-anaknya juga sangat menyukai salah satu olahan makanan berbahan dasar ikan tuna ini.

“Terisnpirasi dari anak saya yang pada saat itu mondok minta dibikinkan abon ke ibunya. Setelah dibuatkan, ternyata anak saya dan teman-temannya sangat suka dengan rasanya. Dari situ kemudian kami mulai berani produksi, apalagi pemain abon ikan tuna masih belum banyak,” ujarnya, kepada Cendana News saat ditemui dalam pameran gelar produk UKM perikanan Malang, di salah satu mall di kota Malang, Sabtu (14/11/2020).

Dijelaskan Slamet, untuk proses pembuatannya sebenarnya sederhana. Tapi, memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Pertama, ikan dicuci terlebih dulu baru kemudian direbus. Setelah itu, daging ikan tuna disuwir dan dibumbui dengan cabai, bawang, rempah, gula dan garam untuk kemudian dimarinasi.

Selanjutnya daging ikan digongso selama 4 jam sampai benar-benar kering.

“Karena kami sama sekali tidak memakai bahan pengawet, jadi pada saat digongso (sangrai) harus benar-benar kering menggunakan api kecil sampai krispi, supaya bisa tahan hingga 6 bulan,” terangnya. Setelah matang, didinginkan dulu baru kemudian dikemas.

Ada dua varian rasa yang ditawarkan, yakni rasa original dan rasa pedas dengan harga mulai dari Rp23-28 ribu per 100 gram. Pemasaran dilakukan secara online melalui marketplace, dan offline dengan mengikuti pameran dan dari mulut ke mulut.

Lebih lanjut disampaikan Slamet, abon ikan tuna buatannya murni terbuat dari daging ikan tuna dan bumbu-bumbu saja tanpa bahan pengawet. Ikan yang digunakan juga harus yang masih segar.

“Saya langsung ambil dari TPI Sendang Biru. Kita bisa pilih langsung kualitas ikannya, kalau kualitas ikannya kurang bagus, saya tidak mau. Biasanya ada ikan yang didalamnya lembek, saya tidak mau. Saya minta yang benar-benar masih segar,” akunya.

Meskipun diakui Slamet, usahanya tersebut belum lama berjalan, namun ia sudah mengajukan proses perizinan PIRT dan mendapatkan fasilitas gratis dari diskopindag untuk merk.

“Sementara ini kami hanya produksi jika ada pesanan. Belum bisa produksi setiap hari, karena belum ada pelanggan tetap,” akunya.

Sementara itu, salah satu pembeli, Rini, mengaku sudah sejak lama menyukai aneka jenis abon seperti abon sapi dan ayam. Tapi, baru beberapa kali mencoba abon ikan tuna.

“Rasa abon ikan tuna ini tidak kalah lezat dengan abon sapi dan ayam, apalagi kalau dimakan dengan nasi hangat. Rasanya juga gurih manis, tidak amis,” ungkapnya.

Lihat juga...