Ada Pegawai Terkonfirmasi Positif COVID-19, PN Kota Kediri Tutup Aktivitas Kantor

Seorang warga melintas di depan pintu masuk ke Kantor PN Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (19/11/2020) yang ditutup sementara karena adanya pegawai yang terkonfirmasi positif COVID-19 – foto Ant

KEDIRI – Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri, Jawa Timur, melakukan penutupan aktivitas kantor selama tiga hari, menyusul salah seorang pegawai terkonfirmasi positif terpapar COVID-19.

“Sehubungan adanya salah satu ASN yang terpapar COVID-19, kami ambil kebijakan untuk lockdown (penutupan seluruh aktivitas kantor) mulai 18 hingga 20 November 2020,” kata Sekretaris PN Kota Kediri, Ibnu Sola, Kamis (19/11/2020).

Kebijakan itu dimanfaatkan untuk melakukan tracing, sekaligus melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh lokasi kantor pengadilan negeri. Aktivitas kantor akan kembali dibuka setelah lockdown selesai. Karyawan yang positif terpapar adalah seorang panitera, dan banyak melakukan interaksi dengan pegawai kantor lainnya. Untuk itu, tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Kantor PN Kota Kediri melakukan koordinasi dengan Satgas Penanganan COVID-19 Kota Kediri untuk melakukan tracing.

“Posisi beliau panitera dan banyak interaksi dengan teman-teman kantor. Kami adakan tracing. Untuk persidangan kami tunda dan selanjutnya bisa dilakukan sepenuhnya,” jelasnya.

Yang bersangkutan pada awalnya sempat mengeluhkan merasa sakit dengan gejala demam dan diare. Selama mengeluh sakit itu, yang bersangkutan juga tetap masuk kantor. Hingga akhirnya, yang bersangkutan pulang ke rumahnya di Indramayu, Jawa Barat untuk mengikuti fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan) dalam bekerja.

Salah satu yang disyaratkan adalah yang bersangkutan harus menyertakan hasil uji swab dan ternyata positif terpapar COVID-19. “Domisili di Indramayu dan kebetulan selama dua pekan tidak pulang jadi tetap di kantor. Tapi satu pekan sebelumnya (sebelum pulang) sudah mengeluh tanda kurang enak badan demam, diare. Begitu Senin tanggal 16 November swab di Indramayu untuk fit and proper test, akhirnya hasilnya pada 17 November dinyatakan positif,” ujar dia.

Belum mengetahui persism dari mana yang bersangkutan tertular COVID-19. Sebelumnya, pegawai di PN Kediri tidak ada yang dinyatakan terpapar COVID-19. Selain itu, di sekitar tempat tinggal yang bersangkutan di Kediri, juga tidak ada yang terpapar COVID-19. Namun, demi memastikan kesehatan semua pegawai dilakukan tracing.

Di PN Kota Kediri terdapat 53 orang pegawai dan honorer. Mereka semua dijadwalkan mebghikuti mengikuti rapid test, yang dilakukan oleh tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Kota Kediri. Kegiatan itu dilakukan di halaman belakang kantor PN Kota Kediri.

Sementara itu, pada Kamis (19/11/2020) terdapat dua orang warga yang terkonfirmasi positif COVID-19. Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengatakan, keduanya sudah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. “Hari ini, 19 November 2020 ketambahan dua kasus baru, yakni laki-laki 53 tahun asal Kelurahan Ringin Anom. Riwayatnya bepergian ke luar kota dan saat ini isolasi di RS Kilisuci. Yang kedua, adalah perempuan 49 tahun warga Kelurahan Burengan. Saat ini isolasi di RS Kilisuci Kediri,” ungkap Abu Bakar.

Jumlah kasus yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Kediri hingga Kamis (19/11/2020), mencapai 337 orang. Dari jumlah itu, 46 orang masih dirawat, 24 orang dipantau, 250 orang sudah sembuh dan 17 orang telah meninggal dunia. (Ant)

Lihat juga...