Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Pengaruhi Perubahan Cuaca

Editor: Mahadeva

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Semarang Iis Widya Harmoko, saat dihubungi di Semarang, Sabtu (28/11/2020) - Foto Arixc Ardana

SEMARANG – Aktivitas vulkanik yang terjadi di Gunung Merapi, diperkirakan akan ikut mempengaruhi perubahan cuaca secara ekstrim di kawasn sekitarnya. Terlebih jika diiringi dengan fenomena La Nina.

Untuk itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta, masyarakat untuk berhati-hati, karena adanya potensi bencana hidrometeorologi. “Peningkatan aktivitas vulkanik Merapi saat ini, bisa memberi pengaruh terhadap kondisi cuaca di wilayah sekitarnya. Bahkan, bisa berubah menjadi cuaca ekstrem,” papar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Semarang, Iis Widya Harmoko, Sabtu (28/11/2020).

Salah satu potensi adalah, terjadinya pembentukan awan yang dapat memicu terjadinya hujan lokal. “Peningkatan suhu panas di sekitar kawah Merapi, berpotensi memicu terjadinya penguapan, sehingga membentuk awan, yang nantinya bisa menjadi hujan lokal. Meskipun berskala lokal, namun intensitas hujan ini bisa cukup tinggi,” tambahnya.

Imbasnya, hujan tersebut berpotensi menjadi banjir bandang. Apalagi jika  banjir tersebut membawa material dari lereng Merapi, atau terjadi banjir lahar dingin, tentu akan sangat berbahaya. “Masyarakat harus waspada, terutama jika terjadi hujan lebat, untuk segera berhati-hati. Kita khawatirkan hujan dengan intensitas dan curah tinggi tersebut, berpengaruh pada kondisi Merapi, sehingga terjadi lahar dingin,” tandasnya.

BMKG mendorong masyarakat untuk melakukan pemantauan, termasuk melalui media sosial resmi BMKG, untuk memudahkan mendapatkan informasi. “Perkembangan cuaca itu akan dilaporkan secara berkala di media sosial, agar masyarakat bisa mengetahui,” terangnya.

Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lilik Kurniawan, memaparkan hal senada. Menurutnya, masyarakat di sekitar Gunung Merapi diminta untuk mewaspadai dampak fenomena anomali iklim La Nina, terhadap potensi banjir lahar dingin akibat erupsi Gunung Merapi.

“Fenomena La Nina ini, kita perkirakan bisa meningkatkan curah hujan hingga 40 persen. Dengan intensitas pada Desember 2020, serta Januari- Februari 2021. Ditambah dengan adanya potensi erupsi Gunung Merapi, sehingga memungkinkan adanya potensi terjadinya banjir lahar dingin,” pungkasnya.

Lihat juga...