Alami Lonjakan Kasus COVID-19, Empat Daerah di Kepri Dapat Perhatian Khusus

Penerapan protokol kesehatan di pintu masuk pelabuhan SBP Tanjungpinang, Kepulauan Riau – Foto Ant

TANJUNGPINANG – Gugus Tugas Percapatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), memberikan perhatian khusus terhadap empat kabupaten dan kota dengan penyebaran kasus tertinggi, yakni Bintan, Karimun, Batam, dan Tanjungpinang.

“Dalam dua pekan terakhir ini, terjadi lonjakan kasus COVID-19 di empat daerah tersebut,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, TS Arif Fadillah, Senin (2/11/2020).

Arif menyebut, sebagian dari penyebaran kasus COVID-19 itu, sudah terjadi secara sporadis atau tidak diketahui sumber klasternya. Kondisi penularannya dianggap semakin mengkhawatirkan semua pihak. Karena itu, dia mengimbau semua lapisan masyarakat, untuk memperketat protokol kesehatan dengan gerakan 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. “Perketat protokol kesehatan salah satu kunci memutus mata rantai penyebaran kasus COVID-19,” tuturnya.

Arif menyebut, gugus tugas bersama Forkopimda se-Kepri, akan menggelar rapat koordinasi, mencari jalan untuk menekan angka kasus COVID-19, agar tak semakin meluas. Seluruh lini diminta gencar melakukan penanganan, sekaligus pencegahan COVID-19, sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Misalnya, Dinas Perdagangan, bertugas mengawasi pasar dan sembako di tengah kondisi pandemi. “Camat, lurah, dan kepala desa pun harus aktif mengawai aktivitas warganya agar tidak mengabaikan protokol kesehatan,” tegasnya.

Berdasarkan data gugus tugas, hingga 2 November 2020, jumlah konfirmasi COVID-19 sudah mencapai 3.922 orang, dengan rincian 1.010 kasus aktif, 2.816 orang sembuh, dan 96 meninggal. Angka tersebut tersebar di tujuh kabupaten dan kota, mulai dari yang tertinggi, Batam dengan 2.988 kasus, meliputi 727 kasus aktif, 2.194 sembuh, dan 67 meninggal. Diikuti Tanjungpinang dengan 543 pasien, meliputi 178 kasus aktif, 351 sembuh, dan 14 meninggal.

Kemudian, Bintan dengan 211 pasien, meliputi 12 kasus aktif, 194 sembuh, dan lima meninggal. Karimun dengan 174 kasus, meliputi 93 kasus aktif, 73 sembuh, dan delapan meninggal. Lingga dengan lima pasien, meliputi 0 kasus aktif, empat sembuh, dan satu meninggal. Sementara Natuna dan Anambas masing-masing 0 kasus. (Ant)

Lihat juga...