Anak Harimau Benggala Jadi Daya Tarik Baru Semarang Zoo

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Kehadiran anak harimau Benggala yang dilahirkan saat awal pandemi covid-19, menjadi daya tarik baru bagi para wisatawan di kebun binatang Semarang Zoo. Terlebih lagi, dua anak harimau bernama Covi dan Vivid tersebut, juga bisa diajak berinteraksi dengan pengunjung.

Hal ini disampaikan Eka Yulianti, salah satu pengunjung Semarang Zoo, saat ditemui di sela wisata di kebun binatang yang dikelola Pemerintah Kota Semarang tersebut, Minggu (1/11/2020).

“Seru sekali, meski awalnya agak takut, walaupun masih kecil dan ada pawangnya, tapi kan tetap harimau, jadi ada perasaan takut. Tapi akhirnya bisa bermain dan berfoto,” paparnya.

Dipaparkan, Semarang Zoo menjadi salah satu tempat favoritnya sebagai tujuan wisata. Selain harga tiket relatif terjangkau, juga tidak terlalu jauh dari rumahnya, di kawasan Gunungpati Semarang.

“Saya kesini bareng teman-teman, buat refreshing, jalan-jalan sembari kumpul dengan teman. Terlebih setelah ada penataan ulang, Semarang Zoo juga jadi lebih bagus. Koleksi hewannya juga semakin bertambah,” terangnya.

Tidak hanya itu, penerapan protokol kesehatan yang ketat oleh pengelola wisata, juga menjadi pertimbangan dirinya untuk mengunjungi obyek wisata tersebut.

“Sebenarnya untuk berwisata di tengah pandemi covid-19 ini, agak ragu-ragu. Ada ketakutan jika nanti tertular covid-19, untuk itu, saya cenderung lebih selektif memilih lokasi wisata,” terangnya.

Dijelaskan, dirinya memprioritaskan lokasi wisata yang memiliki pengawasan dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, juga memilih obyek wisata outdoor dibandingkan indoor atau di dalam ruangan.

“Kalau di outdoor, sirkulasi udara lebih bagus karena tempatnya terbuka, jadi informasi yang saya baca, wisata outdoor menjadi relatif lebih aman dari paparan covid-19. Tapi tentu saja, harus didukung dengan penerapan protokol kesehatan bagi seluruh pengunjung dan petugas,” tandasnya.

Sementara, pengunjung lainnya, Indarti mengaku tertarik berkunjung ke Semarang Zoo karena koleksi hewan yang dimiliki sudah cukup banyak.

“Semarang Zoo ini menjadi tujuan wisata keluarga, karena kalau kesini selalu mengajak anak-anak. Selain refreshing, juga bisa menjadi sarana belajar anak, dalam mengenal berbagai macam hewan,” paparnya.

Sejauh ini, di kebun binatang dengan luas 8,9 hektare tersebut, ada sebanyak 281 koleksi satwa dari 51 spesies yang ada. Mulai dari gajah, harimau benggala, loreng, beruang madu, monyet, orang utan, merak dan aneka jenis burung, hingga unta. Khusus untuk unta, merupakan hasil pertukaran dengan kebun binatang lain di Indonesia.

Tingginya minat wisatawan juga disampaikan Direktur Semarang Zoo, Khoirul Awaludin. Dipaparkan, rata-rata per hari selama libur panjang 28 Oktober – 1 November 2020, jumlah pengunjung meningkat hingga dua kali lipat.

“Kapasitas Semarang Zoo pada mampu menampung hingga 15 ribu pengunjung. Namun, di tengah pandemi covid-19 ini, kita batasi maksimal hanya 2.000 pengunjung saja. Jika sudah batas maksimal, kami minta pengunjung menunggu. Petugas saling berkoordinasi, sehingga jika ada pengunjung yang keluar, mereka yang menunggu bisa masuk ke lokasi,” paparnya.

Ditambahkan Awaludin, libur panjang kali ini menjadi momen yang ditunggu oleh pelaku pariwisata untuk bisa bangkit, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan melalui jogo plesiran, agar tidak menjadi klaster baru penularan covid-19.

Tidak hanya itu, upaya jogo plesiran atau menjaga wisata yang sehat dan aman dari penyebaran covid-19, juga dilakukan dengan pembentukan Satgas Covid-19 Semarang Zoo.

“Kita tempatkan tujuh orang petugas, yang akan selalu berkeliling. Mereka bakal mengingatkan pengunjung, yang tidak patuh protokol kesehatan,” tandasnya.

Pihaknya berharap dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan wisatawan menjadi nyaman dan aman, selama berwisata di Semarang Zoo.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, selama libur panjang ini, tingkat kunjungan wisatawan meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa.

“Rata-rata jumlah peningkatan kunjungan lebih dari 500 wisatawan di setiap destinasi, jika dibanding pada hari-hari biasa. Lonjakan tertinggi pada Sabtu (31/10/2020) dan Minggu (1/11/2020),” terangnya.

Di satu sisi, untuk mencegah timbulnya klaster covid-19 dari obyek wisata, pihaknya juga melakukan penambahan petugas di titik-titik yang berpotensi terjadi kerumunan, untuk mengingatkan wisatawan agar menerapkan protokol kesehatan.

Lihat juga...