Anak Muda di Maumere Buka Rumah Makan Ayam Geprek

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Bisnis kuliner di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai bergeliat setelah sempat mati suri, meskipun pandemi Corona masih menghantui wilayah ini.

Meskipun sempat terkena dampak, seorang anak muda di Kota Maumere tidak putus asa dan memutuskan untuk menyewa sebuah tempat untuk kembali berjualan, setelah sebelumnya berjualan menggunakan gerobak.

“Sejak bulan Februari 2020 menjual aneka minuman menggunakan gerobak dorong di depan SMAK Frateran Maumere,” sebut Bridgeto J. Mariano da Lopez, saat ditemui Cendana News di tempat usahanya di Pusat Grosir dan Cinderamata (PGC) Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT,  Selasa (10/11/2020).

Pemilik rumah makan Manna Moira di Pusat Grosir dan Cinderamata (PGC) Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Bridgeto J. Mariano da Lopez saat ditemui di tempat usahanya, Selasa (10/11/2020). Foto: Ebed de Rosary

Bridgeto mengaku menjual berger, kentang goreng dan aneka minuman yang disukai anak muda. Usaha kulinernya ramai pembeli karena banyak anak sekolah yang suka jajan.

Ia katakan, semenjak merebak pandemi Corona usahanya terpaksa tutup karena aktivitas belajar di sekolah pun diliburkan hingga beberapa bulan, sehingga sempat menutup usahanya.

“Saya sebenarnya tidak hobi memasak. Tetapi suka makan dan melihat peluang anak muda suka makan ayam geprek serta  minuman boba sehingga kami membuka restoran. Ternyata banyak anak muda yang suka dan usaha kami ramai,” ungkapnya.

Bridgeto menyebutkan, sejak bulan Oktober setelah pandemi mulai berlalu, dirinya mulai membuka restoran dengan mengusung nama Manna Moira yang mengandung makna makanan yang terberkati.

Dirinya menjual aneka makanan dengan harga murah seperti nasi ayam geprek dan bakmi ayam yang dijual seharga Rp15 ribu per porsi. Serta soto ayam dan ayam panggang yang dibanderol Rp10 ribu per porsinya.

“Kalau sedang ramai bisa mengantongi pemasukan minimal Rp200 ribu sehari. Saya buka usaha sejak jam 9 pagi hingga jam 10 malam,” terangnya.

Menurut Bridgeto, restorannya selain dikunjungi anak muda, pegawai kantoran pun banyak yang makan di tempatnya meskipun belum terlalu ramai karena perekonomian belum terlalu menggeliat.

Anak muda yang menamatkan pendidikan SMA dan kuliah di Bali ini mengaku, anak muda yang biasa mampir di rumah makannya suka makan ayam geprek, sementara pegawai kantoran senang makan soto ayam dan ayam panggang.

“Lumayan usahanya meskipun baru namun sudah mulai ada pengunjung. Maka saya buka tempat usaha hingga malam hari,” ucapnya.

Sang pacar, Ria Ratu yang juga bertindak sebagai koki berharap, agar selama masa pandemi Corona anak-anak muda lebih kreatif dan inovatif serta melihat peluang usaha di berbagai bidang.

Apalagi kata Ria, peluang membuka usaha di Kabupaten Sikka masih terbuka lebar, dan bisa mendatangkan keuntungan yang lumayan asal tekun dalam bekerja.

“Kami berharap pemilik usaha besar jangan membuat usaha kecil yang baru dirintis mengalami kerugian dengan menurunkan harga jual dan membuat persaingan harga yang tidak sehat,” pintanya.

Lihat juga...