Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Banyumas Meningkat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka di kantornya, Jumat (13/11/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO — Angka kecelakan lalu-lintas di wilayah Polresta Banyumas mengalami peningkatan, Tercatat sejak bulan Januari hingga pertengahan November ini sudah terjadi 1.339 laka. Jumlah tersebut meningkat cukup banyak dibandingkan tahun lalu, untuk periode waktu yang sama, sebanyak 928.

Kanit Laka Sat Lantas Polresta Banyumas, Iptu Kuat Widodo mengatakan, untuk tahun sebelumnya dari bulan Januari hingga akhir November jumlah laka hanya 928. Namun, saat ini baru mau masuk pertengan bulan November, angka laka sudah mencapai 1.339.

Peningkatan angka kecelakaan tersebut karena untuk tahun ini laka tunggal juga dimasukan dalam pendataan. Sementara untuk tahun sebelumnya tidak dimasukan.

“Kalau dari sisi angka laka memang meningkat, namun untuk fatalitas yang menyebabkan korban meninggal mengalami penurunan,” katanya, Jumat (13/11/2020).

Sampai dengan hari ini, lanjutnya, korban meninggal akibat laka ada 183 orang. Sedangkan untuk tahun sebelumnya, dalam periode waktu yang sama, jumlah orang meninggal akibat laka mencapai 212 orang.

Terpisah, Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka mengatakan, melihat peningkatan angka kecelakaan lalu-lintas tersebut, pihaknya sudah menekankan kepada jajaran Sat Lantas Polresta Banyumas untuk menekan angka kecelakaan dengan berbagai upaya.

“Selamat kepada kasat lantas karena sudah berhasil menduduki peringkat rangking nomor 1 untuk angka laka lantas tertinggi,” kata Kapolresta saat menggelar Anev.

Pasca mendapat teguran jenaka dari Kapolresta, Sat Lantas Polresta Banyumas kemudian melakukan berbagai inovasi untuk menekan angka kecelakaan lalu-lintas.

Guna menekan angka laka lantas, saat ini Sat Lantas Polresta Banyumas dengan berbagai cara, mulai dari menambah rambu-rambu peringatan, memberikan edukasi keselamatan lalu-lintas serta memperketat pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Untuk pengajuan permohonan SIM sekarang lebih diperketat, supaya selektif dan hanya diberikan kepada orang yang benar-benar lulus uji kompetensi, jadi semua pemohon SIM baru harus mengikuti seluruh proses ujian, termasuk ujian praktek dan semuanya harus dinyatakan lulus baru bisa mendapatkan SIM,” kata Kanit Laka.

Dari hasil evaluasi sebangian besar kecelakaan terjadi karena human error atau kesalahan pengendara. Sehingga masyarakat diminta untuk tidak lengah saat berkendara, tidak menggunakan handphone ataupun melakukan hal-hal yang bisa menurunkan konsentrasi selama berkendara.

Lihat juga...