Antisipasi Banjir, Sampah Bambu di Bendung Presdo Bekasi Diangkut

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Gabungan Tim Katak dari UPTD Bekasi Timur dan Selatan, Kota Bekasi Jawa Barat, berjibaku membersihkan gunungan sampah bambu yang berada di Bendung Presdo, Minggu (29/11/2020).

Hal tersebut sebagai bentuk antisipasi banjir memasuki musim hujan yang saat ini mulai terjadi di wilayah setempat. Pengangkatan sampah tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.

Tumpukan sampah bambu dan kayu tersebut sudah lama dikumpulkan oleh tim Katak. Hari ini, baru mulai dilakukan pengangkutan menggunakan truk sampah untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu.

“Kebetulan Kali Bekasi sedang dalam kondisi surut, sampah didominasi bambu tersebut tertahan di bantaran kali,” tegas Tri Adhianto di tengah-tengah mengawasi pelaksanaan pengangkatan sampah bambu tersebut.

Mas Tri juga menegaskan pembersihan tersebut dilakukan bentuk antisipasi mencegah terjadinya banjir di Kota Bekasi, dengan bergegas untuk membersihkan sampah sampah yang ada di kali agar air mengalir dengan lancar.

Ia juga mengimbau semua warga di Kota Bekasi, bisa mempersiapkan diri dengan melakukan kebersihan lingkungan, terutama membersihkan saluran air dengan membuat resapan bentuk antisipasi terjadi banjir.

Koordinator Tim Katak Mansur, kepada Cendana News, mengatakan pengangkatan sampah sudah dilakukan dengan mengangkat 11 truk sampah bambu dan kayu untuk di bawa ke TPA Sumur Batu.

“Hari ini, sudah sebelas truk lebih yang diangkat Tim Katak. Besok dilanjutkan lagi, untuk melakukan pembersihan sampah bambu yang menumpuk di Bendung Presdo tersebut,” kata Mansur.

Lebih lanjut dikatakan sampah bambu tersebut adalah sampah kirim saat debet Kali Bekasi mengalami peningkatan beberapa waktu lalu. Menurutnya sampah tersebut adalah sisa yang nyangkut di kabel atau lainnya.

“Kemungkinan sampah yang menumpuk di Bendung Presdo hingga menggunung begitu, karena nyangkut di  kabel dan pada saat pendangkalan akhirnya menumpuk di kali yang dangkal,”tukasnya.

Diketahui sejak Sabtu (28/11) Kali Bekasi kembali ditutupi buih padahal selama dua hari sebelumnya tim patroli sungai sudah melakukan patroli di zona dua Kota Bekasi menyusuri DAS Kali Bekasi guna menindaklanjuti Kali Bekasi berbuih.

Dari analisa tim patroli Kali tersebut didapati, air Sungai Cileungsi sudah ada perbedaan perubahan pada warna air yang cukup pekat dan bau menyengat. Penyebab pencemaran terjadi dari hulu sungai yakni di wilayah Kabupaten Bogor.

Lihat juga...