Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19, Purbalingga Siapkan Ruang Isolasi Darurat

Pejabat Pemkab Purbalingga memantau gedung yang akan dijadikan ruang isolasi darurat COVID-19, Kamis (19/11/2020) – Foto Ant

PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah menyiapkan ruang isolasi darurat, untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 di wilayah setempat.

Penyiapan ruang isolasi darurat dilakukan, sebagai bentuk antisipasi jika nantinya daya tampung rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang ada tidak mencukupi lagi. “Gedung Korpri Kabupaten Purbalingga telah dipersiapkan menjadi ruang isolasi darurat, untuk penanganan pasien terkonfirmasi positif,” kata Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana, Kamis (19/11/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, Hanung Wikantono menambahkan, pemkab menyiapkan ruang isolasi darurat, karena beberapa hari terakhir terdapat penambahan kasus COVID-19 di wilayah Purbalingga. “Gedung ini perlu dipersiapkan untuk mengantisipasi jika kapasitas rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya sudah tidak mencukupi lagi menampung perawatan pasien positif,” tandasnya.

Dinas Kesehatan Purbalingga, hingga saat ini terus mengintensifkan program tes usap massal. “Kami terus melakukan tes usap sehingga penambahan pasien positif akhir-akhir ini terus meningkat sehingga diperlukan kesiapan ruang isolasi tambahan untuk antisipasi,” tandasnya.

Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Purbalingga hingga 19 November 2020, sudah sebanyak 612 orang. Ada penambahan 116 orang dalam tiga hari terakhir. “Tiga hari lalu jumlah total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Purbalingga 496 orang namun pada hari ini meningkat sebanyak 116 orang menjadi total 612 orang,” rincinya.

Dari 612 orang yang terkonfirmasi positif, 384 di antaranya telah sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, 14 orang meninggal dunia, dan 214 orang lainnya masih dirawat intensif di fasilitas kesehatan. (Ant)

Lihat juga...