Arab Saudi Buka Layanan Umrah, Ratusan Jamaah di Bali Menunggu Pemberangkatan

Sejumlah calon jamaah umrah berswafoto sebelum menaiki pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (1/11/2020) – Foto Ant

DENPASAR – Kepala Sie Pembinaan Haji dan Umrah Kementerian Agama Bali, Nadlah mengatakan, Arab Saudi telah membuka kembali ibadah umrah. Saat ini sudah ratusan jemaah di Bali saat ini menunggu jadwal keberangkatan dari masing-masing travel.

“Ya kurang lebih ada 150-an jamaah. Mereka sudah mendaftarkan diri tapi belum ada jadwal keberangkatan. Ada yang sudah lunas beberapa tahun lalu, tapi tertunda karena COVID ini. Jadi menunggu untuk keberangkatannya saja,” kata Nadlah, Senin (2/11/2020).

Ia mengatakan, terkait dengan masalah keberangkatan, itu sudah diatur oleh masing-masing travel. “Itu masih menunggu kebijakan bagaimana, masalah penerbangan belum tahu, lalu harga awal dengan harga sekarang apakah berubah atau tidak juga belum ada jadwalnya, jadi belum tahu,”kata Nadlah.

Dikatakannya, rata-rata jamaah umrah sudah mendaftarkan program sembilan hari, 12 hari. Kemudian, dari masing-masing jamaah rata-rata mengeluarkan uang dari Rp20 juta sampai Rp26 juta. Ada 26 travel perjalanan, yang telah mendaftarkan untuk menjadi cabang dan satu travel menjadi pusatnya di Bali.

“Dari Bali belum ada yang berangkat. Karena memang baru hari ini dimulai. Tepatnya 1 November kemarin dibuka, begitu juga di Indonesia. Kalau di Jakarta sudah ada keberangkatan, di tempat lain belum tahu. Kalau dulu kan bisa langsung dari tempatnya diberangkatkan ke tujuan Kota Suci Madinah atau Mekkah,” jelas Nadlah.

Sebelumnya, dalam Surat Edaran Nomor 0049/ASPHURINDO/SS/X/2020 dari Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan In-bound Indonesia (Asphurindo), tertuang beberapa ketentuan umrah 1442H yang kembali dibuka di masa pandemi, berdasarkan regulasi yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi dan Indonesia.

Pertama, kuota umrah jamaah Indonesia kurang lebih per-hari 800 sampai 1.000 orang. Kemudian, visa telah dibuka 1 November, dan penerbangan hanya diperbolehkan dengan pesawat Saudia Airlines dari Jakarta-Jeddah-Jakarta 1 hari 1 kali. Kemudian, jamaah hanya diberi jatah satu kali umrah, dan bus hanya boleh diisi 20 orang.

Selanjutnya, jamaah diperbolehkan hanya yang berusia 18 sampai 50 tahun. Jamaah diwajibkan menjalani tes PCR, 72 jam sebelum keberangkatan dari dan ke Jakarta (Indonesia). Lalu, diwajibkan menjalani karantina tiga hari di hotel di Saudi, diwajibkan memakai hotel bintang 4 atau 5 selama di Saudi, satu pemesanan visa, terdiri dari 50 orang. Jatah kuota visa seluruh dunia 10 ribu per-hari. Sementara pengenaan pajak Saudi naik 30 persen, yang secara otomatis akan menaikan harga paket umrah akan naik. (Ant)

Lihat juga...