Austria Kembali Berlakukan Karantina

Pegawai membersihkan koridor dari hotel klasik Sacher untuk persiapan kembali beroperasinya hotel tersebut setelah pelonggaran aturan pencegahan penyebaran COVID-19, Vienna, Austria, Kamis (28/5/2020). -Ant/Reuters

WINA – Pemerintah Austria kembali memberlakukan karantina selama tiga minggu agar dapat mengendalikan penyebaran Covid-19, dan mengurangi beban tenaga kesehatan saat nantinya pertokoan diizinkan buka jelang perayaan Hari Natal.

Jika dibandingkan dengan gelombang pertama penyebaran Covid-19, otoritas setempat tidak terlalu ketat membatasi kegiatan masyarakat saat menghadapi gelombang ke dua penularan Covid-19. Pemerintah menyebut, pihaknya berhasil mengendalikan penyebaran lewat pemberlakuan karantina pada musim semi lalu.

Otoritas di Austria sebelumnya telah menetapkan jam malam mulai pukul 20:00 sampai 06:00 waktu setempat bulan ini. Pertokoan, kafe, bar, dan restoran diizinkan tetap beroperasi tetapi hanya boleh melayani pesanan untuk dibawa pulang. Gedung teater dan museum ditutup untuk pengunjung.

Namun, kebijakan itu masih belum cukup untuk mengurangi jumlah pasien positif Covid-19, dan saat ini Austria menjadi salah satu negara yang memiliki tingkat kasus positif tertinggi di Eropa.

Kasus positif harian di Austria mencapai angka tertinggi pada Jumat (13/11) sebanyak 9.586 jiwa — sembilan kali lebih banyak dari kasus tertinggi pada gelombang pertama penularan Covid-19.

Pemerintah Austria yang dikuasai kelompok konservatif, sebelumnya menyebut karantina menjadi opsi terakhir yang akan dipilih. Namun, pemerintah tidak punya cara lain untuk mencegah rumah sakit dan tenaga kesehatan kewalahan menerima lonjakan pasien. Karena itu, karantina pun diberlakukan oleh pemerintah mulai Selasa (17/11) sampai Senin (7/12).

“Karantina selanjutnya akan berlangsung selama dua minggu, dua-dan-setengah-minggu, akan sangat berat buat kita semua,” kata Kanselir Austria, Sebastian Kurz, saat jumpa pers.

Aturan jam malam akan menjadi perintah untuk tetap berada di rumah sepanjang hari, kecuali untuk berbelanja kebutuhan pokok atau berolahraga. Kurz mengatakan, warga harus bekerja dari rumah.

Pertokoan yang menjual barang nonesensial akan tutup, termasuk di antaranya salon dan layanan penata rambut lainnya. Kegiatan belajar mengajar di sekolah menengah pertama telah dialihkan dari kelas-kelas ke dunia maya. Pembelajaran jarak jauh juga akan diadopsi untuk sekolah dasar dan taman kanak-kanak (TK).

Walaupun demikian, pihak TK tetap menyediakan layanan penitipan anak bagi mereka yang membutuhkan.

“Tujuan utama kami sekolah dan pertokoan jadi layanan yang paling pertama buka pada 7 Desember setelah karantina,” kata Kurz.

Ia menambahkan, jika warga patuh menjalani aturan karantina, maka makin cepat waktu yang dibutuhkan pemerintah untuk membatasi kegiatan masyarakat. (Ant)

Lihat juga...