Babinsa dan Masyarakat Bersinergi Cegah Penyakit dan Banjir

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Puluhan warga bersama para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0733 BS Semarang, melakukan kerja bakti bersama dengan membersihkan lingkungan di Kelurahan Peterongan Semarang, Jumat (6/11/2020).

Termasuk, melakukan pembersihan saluran air dan sungai Bugel, yang berada di wilayah tersebut, sebagai antisipasi mencegah terjadinya banjir pada saat musim penghujan.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi masyarakat dan TNI, khususnya dalam Operasi Pembersihan Saluran (OPS) untuk mencegah terjadinya banjir,” papar Danramil Semarang Selatan, Mayor Inf Rahmatullah, di sela kegiatan.

Dipaparkan, TNI juga memiliki tugas untuk membantu dan mendukung pemerintah melaksanakan tugas pokoknya. “Salah satu tugas pokok yaitu menjaga wilayah agar terbebas dari gangguan dan ancaman, termasuk gangguan alam berupa kerawanan banjir akibat meningkatnya curah hujan,” tambahnya.

Tidak hanya melakukan pembersihan saluran bersama warga, pihaknya juga gencar melakukan edukasi kepada masyarakat, terkait perilaku hidup sehat. Khususnya, tidak membuang sampah sembarangan.

“Beberapa waktu lalu, kita lakukan pengecekan, ternyata banyak sampah yang dibuang ke sungai, sehingga mengakibatkan tersumbatnya aliran sungai. Juga karena kurangnya dalam memelihara dan merawat lingkungan. Untuk itu, melalui OPS ini kita ingatkan kembali masyarakat. Kita edukasi agar tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan, termasuk saluran air,” terangnya.

Sementara, Lurah Peterongan, Maria Sri Hastuti mengakui jika wilayah yang dipimpinnya, merupakan salah satu kawasan padat penduduk, sehingga kesadaran perilaku untuk membuang sampah pada tempatnya perlu terus didorong.

“Termasuk di wilayah kita ini, mencakup pasar tradisional Peterongan. Meski sudah ada bak sampah, namun tetap ada yang tercecer dan masuk ke saluran air dan berujung ke sungai Bugel. Untuk itu, kami selalu ingatkan kepada pedagang, pengunjung pasar dan masyarakat, untuk disiplin dalam membuang sampah pada tempat yang disediakan,” jelasnya.

Dalam pembersihan sungai Bugel, pihaknya mendapati saluran sungai banyak dipenuhi limbah bulu ayam, yang diduga berasal dari pemotongan ayam dari pasar Peterongan.

“Warga sekitar juga sudah mengeluhkan, jika setiap pagi aliran sungai berwarna merah karena pedagang yang memotong ayam darahnya dibuang ke sungai. Kita akan tindak lanjuti, dengan menyurati pihak pasar,” tegasnya.

Tidak hanya itu, pada saat musim pancaroba atau jelang musim penghujan, potensi penyakit demam berdarah dengue (DBD) juga menjadi ancaman.

Untuk itu, pihaknya juga mendorong agar dilakukan pembersihan lingkungan, terutama saluran-saluran air yang tergenang untuk diperbaiki, sampah yang bisa menimbulkan genangan air, sebagai tempat nyamuk bertelur juga bisa dibakar atau dikubur.

Lihat juga...