Bahan Bantuan Mulai Didistribusikan ke Merapi

Personel PMI saat menyiapkan logistik bantuan untuk didistribusikan ke lokasi bencana erupsi Gunung Merapi di DIY dan Jawa Tengah – Foto Ant

SUKABUMI – Palang Merah Indonesia (PMI), mulai mendistribusikan bantuan berupa hazmat, face shield dan masker bedah, ke lokasi terdampak bencana erupsi Gunung Merapi di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

“Selain menyalurkan bantuan, kami juga mengerahkan sejumlah relawan ke lokasi bencana untuk membantu evakuasi warga dan kegiatan lainnya, dalam upaya meminimalisasikan dampak dari bencana tersebut,” kata Sekretaris Jendral PMI Pusat, Sudirman Said, Senin (9/11/2020).

Menurutnya, bantuan tersebut didistribusikan secara merata kepada pengungsi, wargam serta petugas yang tengah melakukan operasi tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi. Seperti diketahui dampak dari debu erupsi gunung tersebut bisa mengganggu saluran pernafasan, apalagi saat ini sedang pandemi COVID-19, sehingga bantuan itu harus disegerakan.

Terpisah, Bagian Logistik PMI Pusat, Ilham Huznul mengatakan, pada tahap pertama, bantuan yang didistribusikan ke wilayah terdampak bencana di Yogyakarta adalah hazmat sebanyak seribu buah dan face shield seribu buah. Kemudian untuk ke Jawa Tengah, hazmat 3 ribu buah, face shield 3 ribu buah dan masker bedah sebanyak 50 ribu buah. “Bantuan untuk tahap berikutnya sudah kami siapkan, dan akan segera disalurkan ke lokasi terdampak,” tambahnya.

Relawan PMI yang diterjunkan juga ikut membantu mengevakuasi warga di sejumlah desa di kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Merapi sudah berkoordinasi dengan instansi terkait. PMI juga ikut membantu menyiapkan lokasi pengungsian standar protokol kesehatan COVID-19 untuk warga di 13 desa yang tinggal di KRB.

Evakuasi dilakukan PMI bersama petugas lainnya dari unsur pemerintahan, TNI, polri dan potensi SAR lainnya. Proses evakuasi dilakukan, setelah terjadi peningkatan status Gunung Merapi dari waspada (level 2) menjadi siaga (level 3) pada Kamis, (5/11/2020). Seperti di Kabupaten Magelang, puluhan relawan PMI dikerahkan membantu evakuasi kelompok rentan (ibu hamil, balita dan lanjut usia) dari empat dusun di Desa Keningar.

Kepala Markas PMI Magelang, Arief Setiohadi mengatakan, dua unit ambulans PMI menjemput kelompok rentan dari rumah tinggal menuju lokasi pengungsian di gedung SDN Ngrajek dan rumah Kepala Desa setempat. “Dalam proses evakuasi itu kami berkoordinasi dengan petugas Damkar, BPBD dan TNI,” tandasnya.

Sedikitnya, sebanyak 512 jiwa telah dievakuasi tim gabungan ke sejumlah titik pengungsian. Di pengungsian, PMI menerapkan protokol kesehatan terhadap pengungsi. Selain itu, PMI Magelang juga membangun dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan pengungsi. “Personel yang bertugas di dapur umum PMI sebanyak 14 personel, dalam pelayanan memasak di Tea Tamanagung sejak Sabtu, (7/11/2020) hingga satu pekan ke depan,” katanya.

Informasi yang dihimpun, di Kabupaten Magelang terdapat tiga desa berstatus KRB di Kecamatan Dukun, Magelang, yakni Desa Paten, Krinjing, dan Ngargomulyo. Di daerah ini terdapat 795 pengungsi, yang tersebar di sembilan titik pengungsian.

Staf Humas PMI Boyolali, Mohammad Aziz Nugraha menjelaskan, ada tiga desa berstatus KRB di Kecamatan Selo, antara lain Desa Jrakah, Klakah, dan Tlogolele. “Puluhan warga pada hari ini yang berada di KRB sudah kami evakuasi bersama petugas dan relawan lainnya,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...