Banjir dan Longsor Landa Banyumas, Timbulkan Kerusakan Lingkungan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Dalam dua hari terakhir terjadi 67 titik longsor dan 11 titik banjir di wilayah Kabupaten Banyumas. Longsor bahkan menelan korban satu keluarga, tiga di antara korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan satu masih dalam pencarian.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, total ada 79 kejadian bencana di wilayah Banyumas, yaitu 67 longsor, 11 titik banjir dan ada satu pohon tumbang di Desa Kebasen yang menimpa rumah warga. Tentu saja, hal itu menimbulkan kerusakan lingkungan yang juga membutuhkan penanganan secara intensif.

Bupati Banyumas, Achmad Husein dijumpai di halaman pendopo Sipanji Purwokerto, Rabu (18/11/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Sejak kemarin turun hujan deras, sehingga mengakibatkan longsor dan banjir. Longsor menimpa rumah warga dan menimbulkan korban terjadi di Kecamatan Sumpiuh. Saya baru mendapat informasi, selain satu keluarga yang tertimpa longsor, diperkirakan ada satu keluarga lainnya di Desa Bogangin yang diduga juga tertimpa longsor,” kata Bupati, Rabu (18/11/2020).

Sebagaimana diketahui longsor di Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh menimpa rumah milik Basuki (52). Penghuni rumah yang berjumlah empat orang tertimpa longsor, Wagiati (38) dan dua anaknya Lukas (11) serta Yudas (7) sudah ditemukan, sedangkan ayahnya, Basuki masih dalam pencarian.

Longsor di Kecamatan Sumpiuh juga menimpa rumah warga di Desa Bogangin, diperkirakan pemilik rumah masih berada di dalam saat terjadi longsor.

Selain di Kecamatan Sumpiuh, longsor juga terjadi di Kecamatan Ajibarang, setidaknya ada 14 rumah yang terkena longsor serta jalan desa. Tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam peristiwa longsor di Kecamatan Ajibarang.

Sedangkan di Kecamatan Patikraja, longsor terjadi pada dua titik, yaitu jalan antargrumbul di Desa Karangendep serta talud pengaman rumah milik salah satu warga.

Di Kecamatan Kemranjen, longsor terjadi pada 19 titik, diantaranya di Desa Karanggintung, longsor menyebabkan jalan desa putus sepanjang 10 meter dan lebar 3 meter.

Jalan tersebut ambles hingga 3 meter dan tidak dapat dilalui kendaraan. Longsor juga terjadi pada jalan desa yang menuju bukit Pangonan, jalan sepanjang 20 meter ambles, kemudian daerah aliran Sungai Cibangkong longsor sepanjang 15 meter, jalan menuju Grumbul Silaban juga tertutup longsor, serta akses jalan menuju pemakaman di desa tersebut.

Selain jalan desa, longsor di Desa Karanggintung juga menimpa 14 rumah warga, ada yang rusak bagian dapur, tembok jebol, dinding dan lantai retak dan lain-lain.

Kejadian longsor juga menimpa kecamatan lainnya, seperti Kecamatan Pekuncen, Lumbir, Tambak, Kebasen, Gumelar, Kalibagor, Purwojati, serta Kecamatan Purwokerto Barat.

“Longsor terjadi dari mulai Banyumas bagian timur sampai ke barat,” kata Bupati.

Sementara itu, banjir di Banyumas terjadi pada lima kecamatan, yaitu Kecamatan Patikraja, Kemranjen, Pekuncen, Lumbir, Tambak dan Sumpiuh.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Titik Puji Astuti mengatakan, banjir di Kecamatan Tambak terjadi di Desa Gumelar Lor yang menggenangi rumah warga serta jalan nasional Tambak-Kebumen.

Banjir juga terjadi di Desa Kamulyan dengan ketinggian air sempat mencapai 1,5 meter, kemudian di Desa Prembun, Desa Plangkapan dan di Desa Gebangsari tanggul sungai jebol.

“Kalau di Kecamatan Sumpiuh banjir menyebabkan jembatan di Desa Kemiri putus dan luapan air juga menggenangi lahan pertanian serta rumah warga, saat ini kondisinya berangsur sudah mulai surut, sepanjang tidak turun hujan deras lagi,” jelasnya.

Lihat juga...