Banjir Rob Rendam Pemukiman Warga di Bandar Agung

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Permukiman warga di Dusun Kuala Jaya, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan (Lamsel) terendam banjir rob.

Ahmad Rizal, Ketua RT 1 Dusun Kuala Jaya, menyebut, banjir rob melanda akses jalan, perumahan warga setinggi mulai dari 40 cm hingga 100 cm. Fenomena banjir sebutnya, terjadi imbas gelombang pasang pantai timur bersamaan dengan banjir Sungai Way Sekampung.

Siklus bulanan tersebut ungkap Ahmad Rizal, kerap berimbas pada aktivitas warga. Sejumlah rumah warga yang terendam berada di RT 03, RT 07, RT 05 dengan ketinggian air mencapai 100 cm. Sementara ketinggian banjir rob di RT 01, RT 02, RT 04 setinggi 40 cm. Sebagian warga memilih mengamankan barang ke lokasi yang lebih aman.

Jalan perkampungan di Dusun Kuala Jaya sebutnya, hanya bisa dilintasi dengan jalan kaki. Sejumlah kendaraan motor milik warga terpaksa diungsikan ke lokasi yang lebih tinggi.

Sebab potensi kerusakan kendaraan kerap terjadi imbas air laut berimbas korosi air laut. Banjir rob merugikan aktivitas warga yang berprofesi sebagai nelayan tangkap dan petambak.

“Aktivitas warga yang akan menuju ke masjid dan keluar dari dusun terganggu imbas terendam. Sebab akses jalan masih berupa jalan tanah sehingga sebagian warga yang akan keluar dengan menggunakan perahu, keluar di Dusun Bunut Utara,” terang Ahmad Rizal saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (16/11/2020).

Aktivitas warga yang akan beribadah di masjid sebutnya, terganggu sejak dua hari terakhir. Saat banjir rob Ahmad Rizal menyebut, sebagian warga memilih tidak melaut. Sebab sebagian warga memilih membuat talud terbuat dari karung berisi pasir dan tanah. Rumah panggung kayu setinggi dua meter menjadi tempat untuk mengungsi warga lainnya.

Banjir rob yang belum surut hingga sore berimbas akses warga menuju ke luar daerah terhambat. Sudarto, salah satu warga menyebut, ia dan warga lain harus berjalan kaki sejauh ratusan meter.

Meski mempergunakan kendaraan motor, imbas banjir rob warga mengalami kesulitan sebab jalan digenangi air. Ketinggian air sekitar 40 cm berimbas warga memilih menitipkan motor pada salah satu rumah warga.

“Kami menunggu air surut agar bisa berjalan melintas karena saat air menggenangi jalan bisa merusak mesin motor,” cetusnya.

Sudarto menyebut, akses jalan yang berbatasan dengan sejumlah tambak udang vaname mengalami limpas. Pemilik sejumlah tambak udang vaname memilih membuat tanggul sementara agar tidak jebol.

Sudarto, salah satu warga Dusun Kuala Jaya, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan terpaksa jalan kaki imbas banjir rob, Senin (16/11/2020) – Foto: Henk Widi

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait bisa memperhatikan kondisi infrastruktur jalan tersebut. Pembuatan talud dan peninggian jalan menjadi harapan warga agar saat banjir rob warga bisa melintas.

Sabtudin, salah satu warga pemilik tambak udang vaname menyebut, imbas banjir rob akan berisiko merugikan usaha budi daya miliknya. Sebagai cara untuk menghindari kerugian lebih banyak ia memilih melalukan proses pengurasan air tambak. Memanfaatkan pompa air proses pengurasan air dilakukan untuk menghindari limpas dan udang terbawa banjir rob.

Selain proses pengurasan air tambak ke saluran air, sebagian petambak memasang waring. Pemasangan waring pada sejumlah saluran di tambak dilakukan mencegah udang terbawa arus saat surut terjadi.

Banjir rob kerap terjadi selama lebih dari lima jam berpotensi terjadi kembali. Sebab saat air pasang melanda hujan deras berimbas sejumlah sungai bermuara ke Sungai Way Sekampung. Mengakibatkan banjir juga bermuara ke wilayah Kuala Jaya.

Lihat juga...