Banyak Warga Bogor Takut Divaksin COVID-19

Sampel vaksin melawan penyakit coronavirus (COVID-19) yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology, di Moskow, Rusia, (6/8/2020) – Foto Ant

CIBINONG – Bupati Bogor, Ade Yasin, mengaku membutuhkan waktu banyak, untuk menyosialisasikan manfaat vaksin COVID-19 kepada warganya. Saat ini, disebutnya masih banyak warga Kabupaten Bogor yang takut divaksin.

“Masyarakat takut, belum ada juga contoh penerima vaksin, masyarakat juga meragukan vaksin yang akan diujikan. Mungkin perlu ada sosialisasi yang lebih masif. Karena saat kami tanya untuk vaksin, masyarakat ragu dan tidak semangat untuk divaksin, padahal ini gratis,” ucapnya di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/11/2020).

Padahal, ada tujuh wilayah di Kabupaten Bogor yang menjadi kawasan prioritas penerima vaksin COVID-19, dengan kuota 1.112.189 orang. Tujuh wilayah tersebut merupakan kecamatan zona merah penularan COVID-19.

Ade Yasin mengaku akan menyiasatinya, dengan gencar melakukan sosialisasi dan membuka pendaftaran relawan vaksin. Hal itu untuk mengurangi keraguan masyarakat terhadap vaksin COVID-19, yang sudah dijanjikan pemerintah pusat tersedia pada November 2020 ini. “Saya juga sudah minta kepada Satgas COVID-19 untuk membuka pendaftaran ini secara online, siapa yang berminat divaksin, baik dari segi profesi dan usia produktif,” kata Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor itu.

Meski belum mendapat kabar kelanjutan pemberian vaksin, Ade tetap melanjutkan pendataan penerima sesuai kuota yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni 1,2 juta vaksin untuk Kabupaten Bogor. Bupati membagi kuota tersebut menjadi 11 kategori penerima vaksin. Tenaga kesehatan dengan 16.452 orang, Kodim 0621 sebanyak 641 orang, Polres Bogor 1.800 orang, pesantren 14.070 orang, guru 1.200 orang, guru diniyah 9.100 orang.

Kemudian pegawai Kabupaten Bogor 20.046 orang, perangkat desa 4.160 orang, rukun tetangga 16. 256 orang, rukun warga 4.086 orang, serta masyarakat usia produktif di tujuh kecamatan zona merah1.112.189 orang.

Ade Yasin menyebut, Kabupaten Bogor mendapat jatah vaksin COVID-19 terbanyak, bila dibandingkan dengan daerah lainnya di tingkat kabupaten atau kota, yakni sebanyak 1,2 juta vaksin. “Di Kabupaten Bogor-lah paling banyak (dapat vaksin), kita kan paling banyak jumlah penduduknya,” tuturnya.

Tahun ini jumlah penduduk Kabupaten Bogor menembus angka 6 juta jiwa. Menurut Ade Yasin, jatah vaksin COVID-19 di masing-masing daerah, yaitu 20 persen dari jumlah penduduk, sehingga diperkirakan jatah vaksin untuk Kabupaten Bogor sebanyak 1,2 juta. (Ant)

Lihat juga...