Banyumas Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19

Editor: Koko Triarko

Bupati Banyumas, Achmad Husein di halaman kantornya, Senin (2/11/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas kembali memperpanjang status tanggap darurat Covid-19 mulai 1 November hingga 30 November 2020. Keputusan ini dikeluarkan karena penambahan angka positif Covid-19 masih tinggi.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan saat  ini Kabupaten Banyumas masih masuk zona kuning, angka reproduksi efektif (RT) saat ini 0,84 persen dan angka positivity rate 4 persen.

“Baik angka reproduksi efektif maupun angka posirivity sebenarnya masih di bawah nasional maupun propinsi, tetapi penambahan jumlah kasus positif masih tinggi, sehingga dengan berbagai pertimbangan, status tanggap darurat Covid-19 kita perpanjang sampai satu bulan ke depan,” kata Husein, Senin (2/11/2020).

Perpanjangan status tanggap darurat Covid-19 ini, lanjutnya, untuk memaksimalkan perlindungan terhadap para lansia serta kormobid dan anak-anak. Sehingga, diharapkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan untuk selalu menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan menjaga jarak.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, mengatakan penambahan angka positif Covid-19 masih di atas ratusan setiap bulannya. Untuk bulan September, misalnya, ada penamabahan 253 kasus positif, kemudian di bulan Oktober ada 235 kasus positif.

Sehingga, sampai saat ini total jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas mencapai 813 orang. Dari jumlah tersebut, saat ini konfirmasi positif masih ada 177 orang, dengan perincian 114 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 63 orang isolasi mandiri. Sedangkan yang sudah dinyatakan sembuh total ada 611 orang dan yang meninggal dunia ada 25 orang.

Sedangkan untuk awal bulan November ini, meskipun baru memasuki hari ke dua, sudah ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 6 orang. Temuan enam kasus baru tersebut, bukan diperoleh dari hasil swab massal yang dilakukan Pemkab Banyumas. Melainkan dari hasil swab mandiri yang dilakukan masyarakat.

“Jadi, enam orang ini merasa ada keluhan kesehatan, kemudian datang sendiri ke rumah sakit, oleh petugas dilakukan swab test dan hasilnya positif,” terangnya.

Lebih lanjut Sadiyanto mengatakan, saat ini beberapa wilayah di Kabupaten Banyumas mulai dilanda banjir. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di tengah bencana banjir. Untuk mencegah munculnya klaster pengungsi, pihaknya juga sudah menerjunkan tim di posko-posko kesehatan di lokasi banjir.

“Ada lima posko kesehatan yang kita turunkan dan setiap posko ada 506 tenaga kesehatan, mereka juga membawa masker untuk dibagikan kepada warga,” pungkasnya.

Lihat juga...