Bapenda Kukar Kembangkan E-PBB dan E-BPHTB

Kepala Bapenda Kukar, Totok Heru Subroto – Foto Ant

SAMARINDA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengembangkan sistem aplikasi Pajak Bumi dan Bangunan berbasis elektronik dengan nama E-PBB dan sistem aplikasi Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan dengan nama E-BPHTB.

Kepala Bapenda Kukar, Totok Heru Subroto menjelaskan, pengembangan aplikasi berbasis elektronik tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan PBB dan BPHTB, khususnya untuk wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. “Aplikasi ini merupakan pengembangan dari sistem aplikasi sebelumnya yang dibangun bekerjasama dengan PT Data Bumi Indonesia,” kata Totok Heru Subroto, Kamis (19/11/2020).

Tahapan pengembangan aplikasi tersebut sudah dimulai dari proses penyusunan kerangka acuan kerja, penjaringan calon penyedia, pemaparan dari penyedia hingga pembuatan aplikasi. Setelah aplikasi terbangun kemudian dilaksanakan bedah aplikasi, yang dipaparkan oleh penyedia aplikasi dari PT data bumi Indonesia dan dihadiri oleh seluruh bidang dan stakeholder. “Sejumlah stakeholder yang hadir diantaranya seperti dari diskominfo, bankaltimtara dan BPN sebagai media evaluasi terhadap isi aplikasi tersebut sebelum diterapkan di lapangan,” jelasnya.

Totok menyebut, aplikasi tersebut rencananya bakal dioperasikan di seluruh UPT pajak daerah, dalam rangka menunjang peningkatan kualitas pelayanan PBB di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Selain itu penerapan aplikasi e-BPHTB dapat dioperasikan oleh seluruh Pejabat Pembuat Akta Tanah ( PPAT ) dan Badan pertanahan Nasional (BPN), dalam rangka menunjang pelaksanaan pelayanan BPHTB dalam pengurusan pelayanan pertanahan.

Saat ini Totok menekankan perlu adanya evaluasi sistem, agar dapat mengatasi berbagai persoalan yang di hadapi selama ini. “Makanya berbagai masukan akan kami tampung, untuk kemudian disempurnakan lagi, sehingga pada saat penerapan sudah tidak ada lagi kendala,” imbuhnya.

Keunggulan dari aplikasi tersebut adalah, dapat menganalisa data ter-update seputar pembayaran pajak di tiap Kecamatan. “Kami akan dapat mengetahui wilayah kecamatan yang paling sedikit dan terbanyak melakukan pembayaran pajak,” kata Totok.

Ia berharap kedua sistem aplikasi tersebut bisa menunjang percepatan peningkatan kualitas pelayanan pajak daerah, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) di Kabupaten Kutai Kartanegara. (Ant)

Lihat juga...