Basarnas Lampung Maksimalkan Balawista pada Objek Wisata Bahari

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Lampung terjunkan puluhan personil pada sejumlah objek wisata bahari selama libur panjang. Berkoordinasi dengan badan penyelamat wisata tirta (Balawista) untuk menjamin keselamatan wisatawan yang berlibur ke sejumlah pantai.

Jumaril, kepala Basarnas Lampung menyebut sejumlah objek wisata yang jadi perhatian Basarnas Lampung berada di Lampung Selatan, Pesawaran, Lampung Timur dan sejumlah lokasi lainnya. 

Jumaril bilang sejumlah objek wisata telah memiliki penjaga pantai atau balawista yang terlatih. Namun potensi SAR yang dimiliki Basarnas Lampung tetap disiagakan untuk menjamin wisatawan yang berlibur ke sejumlah pantai. Alat utama dan perlengkapan SAR yang disiagakan berupa perahu karet, truk personil, alat selam dan peralatan lain.

“Mobil rescue dan peralatan untuk penyelamatan musibah di air telah dipersiapkan oleh sejumlah pos SAR yang berada dekat dengan objek wisata bahari sehingga saat dibutuhkan bisa digunakan, kami juga dipantu potensi SAR dari TNI, Polri, PMI dan unsur pengelola objek wisata,” terang Jumaril saat ditemui Cendana News di Bakauheni, Minggu (1/11/2020).

Sistem komunikasi dengan potensi SAR yang ada di objek wisata sebutnya memaksimalkan alat komunikasi telepon dan call center khusus. Warga yang membutuhkan bantuan atau evakuasi dapat menghubungi call center Basarnas di nomor 115. Selain Basarnas, potensi SAR bisa berkoordinasi dengan unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang ada di setiap kabupaten.

Sejumlah pos unit siaga SAR sebutnya bisa membawahi sejumlah objek wisata. Pada pos unit siaga SAR di Pesawaran bisa memantau kondisi sejumlah pantai wisata meliputi pantai Klara, pantai Mutun, pulau Tangkil dan objek wisata lain. Pos unit siaga SAR juga disiapkan pada wilayah Kota Agung untuk pemantauan di wilayah Pringsewu dan Tanggamus dengan personil dan alat rescue memadai.

“Personil juga selalu siap digerakkan kapanpun jika ada kejadian di wilayah pantai atau mobile ke sejumlah lokasi jika ada kejadian musibah,” terang Jumaril.

Sejumlah personil Basarnas sebut Jumaril juga akan melakukan pemantauan ke sejumlah objek wisata dengan perahu karet. Sejumlah potensi SAR memberi imbauan agar pengelola bisa menerapkan standar operasional prosedur (SOP) objek wisata bahari. Fasilitas keselamatan berupa pelampung, life jacket, perahu penyelamat, ring buoy untuk pertolongan korban tenggelam.

Personil Basarnas yang selalu berkoordinasi dengan Balawista selalu mengingatkan potensi musibah perairan. Sejumlah personil balawista telah dibekali dengan kemampuan berenang, menolong korban tenggelam hingga terkena sengatan ubur ubur ubur dan bulu babi. Informasi kondisi objek wisata bisa dipantau dari para balawista melalui saluran komunikasi yang disediakan.

Misno, salah satu anggota Balawista di pantai Bakauheni menyebut sejumlah personil disiagakan saat libur akhir pekan. Personil Balawista yang bertugas telah mendapatkan pelatihan dari Dinas Pariwisata Provinsi Lampung. Tugas balawista sebutnya melakukan tindakan preventif atau pencegahan, represif atau setelah kejadian.

“Kami dibekali peluit, TOA atau pengeras suara untuk menhindari pengunjung pantai berenang terlalu jauh dan pengaman ban disiapkan,” bebernya.

Jumaril, kepala Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung saat memperlihatkan alat utama yang dikerahkan pada objek wisata pantai di Lampung pada libur panjang, Minggu (1/11/2020). Foto: Henk Widi

Keberadaan Balawista sebut Misno memberi jaminan rasa aman bagi pengunjung pada objek wisata. Perlengkapan pendukung personil Balawista kerap disediakan oleh kelompok sadar wisata dan pengelola objek wisata. Kunjungan ke pantai Minang Rua, Belebuk, Mengkudu di wilayah Bakauheni akan lebih aman karena telah memiliki tim Balawista yang solid.

Koordinasi dengan Basarnas Lampung sebut Misno telah dilakukan dengan alat komunikasi. Call center setiap objek wisata pantai terkoneksi dengan pos unit siaga SAR yang ada di Bakauheni. Hingga libur panjang berakhir kunjungan ke objek wisata rata rata mencapai ratusan orang perhari. Ia memastikan hingga kini tidak ada kejadian menonjol atau zero accident pada objek wisata bahari yang ada di Lampung.

Rohmat, ketua Pokdarwis Ragom Helau, pengelola pantai Belebuk dan pulau Mengkudu menyebut alat keselamatan telah disiagakan. Peran balawista untuk memberi kenyamanan pengunjung dilengkapi dengan alat keselamatan memadai. Objek wisata bahari pulau Mengkudu sebutnya dikunjungi ratusan orang setiap hari selama libur panjang. Saat naik perahu wisatawan wajib memakai pelampung untuk menjaga keamanan.

Lihat juga...